Ya Allah, kumohon ampunanMu... T__T

Bismillaahirrahmaanirrahiim.....


Ya Allah,,,
hari aku menangis seharian..
tak henti-hentinya aku menangis..
ketika Kau tunjukkan segala KuasaMu..
ketika kutakmampu berkata-kata atas takdirMU..

aku hanya makhluk lemah dihadapanMu..
ku hanya makhluk yang dhaif..
makhluk yang selalu mengeluh..

Ya Allah,,,
hari ini titik tolak kehidupanku..

aku lelah..
aku sedih...
aku tak mampu lagi untuk bertahan..
aku tak mampu lagi untuk berjuang..

ketika kau uji diriku dengan segala cobaan..
ketika kau berikan segudang masalah dalam kehidupanku..
aku tak sanggup ya Allah..



namun aku tersadar,,



ketika ku berjalan melewati sebuah masjid...
lantunan ayat itu Kau perdengarkan ditelinga ku..
ku tau itu adalah jawaban dariMu, atas segudang pertanyaan akan masalah yang kuhadapi..




"Fa bi ayyi aalaaa'i rabbikumaa tukadzdzibaan...."

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan??"




Ya Allah..
aku malu kepada Mu,,
betapa banyak nikmat yang tak kusyukuri..
betapa sering aku lalai...
betapa jarang aku mengingatMu..

dengan ujian ini,,
Engkau menyadarkanku..


ya Allah,,
ku memohon ampunanMu..


ya Allah,,
semoga ujian ini akan membawa ku untuk semakin cinta dan dekat dengan Mu..
agar aku selalu mengingatMu..
menjadikan Engkau satu satunya tujuan hidup Ku..

ya Allah,,
berikan ikhlas, sabar dan syukur itu pada diriku...
hanya engkau sebaik-baiknya penolong..

ku tau,, engkau berikan ujian ini bukan untuk membuatku lemah dan putus asa..
tapi untuk membuatku kuat dan pantang menyerah..
BANGKIT!! :)





==============================

PADA-MU KU BERSUJUD

Ku menatap dalam kelam
tiada yang bisa kulihat
selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud


==============================

Perjalanan ini........

"Hidup ibarat kapal yang sentiasa menghadapi kesukaran sebelum sampai ke destinasi yang dituju. Menggapai bintang di langit memang tidak semudah menghirup udara segar yang dikaruniai oleh Ilahi. Jalan berliku yang penuh dengan rintangan dan dugaan, kadang-kadang menguji kesabaran. Berbekal do'a, ikhtiar, dan tawakal, puncak kejayaan akan mampu kau tawan.”

Apapun yang terjadi hari ini Bersemangatlah,
karena selalu ada Hikmah didalamnya..

*ayoo indrii semangat!! \(^_^)/ (menyemangati diri sendiri..hihi)

(Renungan) Jalur Kereta Api









Kegagalan itu Berhenti Mencoba

Kegagalan itu berhenti mencoba



"Tidak ada kesuksesan tanpa Perubahan"

"Tidak ada Perubahan tanpa Mencoba cara baru dalam kesuksesan"




Mencoba dan mencari cara atau formula untuk sukses tidaklah semudah yang kita fikirkan. Seringkali ada hambatan. Seringkali ada tantangan. Seringkali ada cemoohan. Terlebih ketika cara atau formula dipandang berbeda dan penuh kreasi baru. Tak sedikit dari orang lama yang menginginkan ketetapan kenyamanan. Tak sedikit yang menentang demi mempertahankan kenyamanan yang sudah ada. Namun ketika seseorang atau suatu organisasi berhenti mencoba untuk mencari cara baru, berhenti mencoba untuk
sukses atau bahkan berhenti mencoba karena sudah merasa cukup dengan apa yang dimiliki sekarang maka kegagalan lah yang sudah pasti dialaminya

Kenapa kita berhenti mencoba? Ada banyak alasan bagi seseorang berhenti mencoba cara-cara baru untuk kesuksesan mereka. Padahal Einstein pernah berkata bahwa suatu kegilaan bagi mereka yang menginginkan hasil yang berbeda namun masih menggunakan cara-cara lama. Sedangkan mereka tidak mampu dan berani mencoba cara-cara baru karena ketakutannya. Berikut adalah beberapa alasan seseorang/organisasi berhenti mencoba yang mungkin juga sedang anda alami saat ini.



1. Mencoba seperti judi tidak pernah memberikan hasil yang tak pasti

Mencoba memang tidak pernah memberikan kepastian jawaban/hasil. Mungkin benar mencoba seperti judi, dimana anda bisa kalah akan tetapi dengan mencoba cara baru anda juga bisa mendapat formula sukses terbaru sehingga anda mampu menjadi seorang pemenang. Namun ketika anda berhenti mencoba, maka yakinilah bahwa kekalahan dan kegagalan sudah terjadi pada diri anda


2. Mencoba akan menghancurkan kenyamanan yang sudah ada

Mencoba tentunya bukan berarti membabi buta. Mencoba dengan perhitungan justru menyelamatkan kenyamanan yang sudah ada. Dengan mencoba hal-hal baru yang didukung dengan ilmu pengetahuan mempertahankan bahkan memperbesar tingkat kenyamanan anda. Bukankah ketika anda semakin sukses anda akan lebih nyaman? Ataukah anda sudah cukup puas dengan keadaan sekarang? Sehingga anda terlenakan


3. Mencoba membutuhkan effort yang sangat besar

Effort yang sangat besar diperlukan untuk sebuah mencoba hal-hal baru untuk sebuah perubahaan. Namun akan lebih besar effort yang akan anda alami. Ketika anda telah menyadari bahwa kegagalan dan kekalahan telah diderita. Karena anda telah kalah langkah dari competitor anda. Karena anda telah tersingkirkan oleh dunia karena anda tidak mau mencoba dan berubah menuju kesuksesan berikutnya. Orang/Organisasi yang diam dan tak mau membuat perubahan tak ubahnya seperti air danau yang diam dan tak mengalir. Cepat atau lambat nyamuk akan bersarang di dalamnya.


4. Sudah tidak ada waktu lagi untuk mencoba

Orang sukses tak pernah kehilangan waktu untuk mencoba. Karena bagi orang sukses kematian lah akhir waktu untuk mencoba. Betapa banyak organisasi yang bersikukuh keras tidak mau mencoba cara baru demi menyelamatkan pasar mereka malah akhirnya kehilangan pasar yang sudah ada. Karena pasar tersebut telah diraih oleh competitor mereka yang menggunakan cara-cara baru dalam dunia usaha.

Mencoba, atau Inovasi dalam bahasa kerennya atau mencari cara-cara baru dalam sebuah usaha/persaingan bisnis adalah hal yang mutlak harus dilakukan menuju kesuksesan.

Bahkan bagi individu pun demikian juga. Ketika seorang karyawan tidak memiliki inovasi dalam pekerjaannya apakah mungkin ada perubahan dalam karirnya selain berharap kepada atasan untuk menaikkan jenjang mereka. Justru karyawan yang kemudian berinovasi kemudian berani menjadi pengusaha yang menjadi sukses pada akhirnya.Justru karyawan yang memiliki ide kreatif dalam perusahaan yang menjadikan karyawan tersebut menjadi kepercayaan perusahaan sehingga memuluskan jalannya menuju kesuksesan yang diharapkan


"Jangan Pernah Menyerah untuk Mencoba-cara baru. Tetap Semangat untuk Inovasi."


"Karena Berhenti Mencoba adalah kegagalan yang nyata maka Tetap Mencoba dan Inovasi tinggi pastilah mendatangkan Kesuksesan."



=================================
Life Learner,Trainer & Motivator
Certified Master NLP &Hypnotist
http://www.iwan- ketan.co. cc

Tangisan Ikhlas

ya Allah,,
Ikhlas itu kata yang begitu mudah ku ucapkan...
tapi hingga detik ini seperti nya sulit untuk ku terapkan..

ya Allah,,
hiasi hatiku dengan kata ikhlas...
tak henti-hentinya aku menangis,,
hingga kadang aku tak tahu tangisan apa ini...

aku berusaha menjalani semuanya semampu ku..
aku belajar menjadi lebih baik semampu ku..

tapi apa daya,,
aku tak mampu membendung air mataku..
aku tak mampu membohongi hatiku...
aku belum ikhlas ya Allah....

ya Allah,,
jagalah hati ini..
ikhlaskan hati ini...
agar hati ini selalu bersih dan murni..
agar segala perbuatan ku semata-mata karena Mu...
hanya karena mengharap ridha-Mu ya Allah..

aku hanya seorang manusia,,
yang masih punya hati..
dan memiliki rasa...

ku mohon...
berikan kata IKHLAS itu..

-Bks, 25.10.09-

Monolog An-Nisa

Aku ingin menjadi bunga segar
Yang mekar mewangi di taman
Ingin dipagari duri-duri tajam
Agar tiada yang berani menyentuh apalagi mendekati
Tanpa sebab yang menghalalkan.

Aku ingin berasa aman
Dalam indah taman
Tenang tanpa gusar
Gembira tanpa iba.

Aku ingin senantiasa dihujani rahmat Tuhan
Ingin diiringi keridhoanNya
Dipayungi bawah awan lindunganNya
Agar selamat daripada panahan syaitan
Agar sejahtera daripada fitnah duniawi.

Tapi..
tatkala ini jiwa telah gelora
maka iman turut terkocak gelombang

Setibanya teguran Tuhan
Aku tersentak...

Baru kusadar keseronokan,
keindahan dan kebahagiaan yang aku kecapi
Terpesong dari landasan syariatNya

Lalu..
jiwa ini meronta saban hari
Minta dibebaskan daripada belenggu dosa noda
Sesaat tak terpadam ingatan dosa lalu
Yang semakin menimbun dalam catatan amalku...

Terbit nur insaf dari hati yang mulus
Syukur Tuhan masih menyayangi
Mujur tak tercampak ke lembah hina dan berlarutan dalam dosa
Kuyakin di langit sana masih luas terbuka
keampunan keridhoan dan rahmatNya..

Dan,sekali lagi ku utuhkan azam
aku ingin menjadi bunga segar yang mekar mewangi di taman
menanti hadir insan yang selayaknya memetikku menjadi hiasan hidupnya...
biarlah sepi hingga hujung nyawa...
asal tak sepi dari kasihNYA...



dikutip dari milis Remaja Masjid oleh *Nurul Izzati*

Mampukah aku menjadi wanita solehah?

Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah
Penawar hati kekasih Allah
Susah dan senang rela bersama

Dapatkah kudidik jiwa seperti Siti Aishah?
Isteri rasulullah yang bijak
Pendorong kesusahan dan penderitaan
Tiada sukar untuk dilaksanakan

Mengalir air mataku
Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah
Akur dalam setiap perintah
Taat dengan abuyanya yang sentiasa berjuang
Tiada memiliki harta dunia
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga

Ketika aku marah
Ingin aku intipkan serpihan sabar
Dari catatan hidup Siti Sarah

Tabah jiwaku
Setabah umi Nabi Ismail
Mengendong anaknya yang masih merah
Mencari air penghilang dahaga

Di terik padang pasir merak
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Allah
Itulah wanita Siti Hajar

Mampukah aku menjadi wanita solehah
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah
"bersamalah kita wahai wanita menjadi serikandi yg diridhoi Allah.."
serikandi yang anggun bukan terletak pada wajahnya, kecantikannya,
lirikan mata dan senyuman menggodannya, tubuh badannya,
kehalusan kulitnya, lemah gemalai suaranya
tetapi pada akhlaknya yang mulia, keteguhan imannya dan
kekuatannya dalam memperthnkan dan memperjuangkan dirinya ke jalan Allah..
saya juga bukanlah wanita yang hebat tetapi untuk menuju kearahnya
kita perlu berusaha untuk memperbaiki diri
-salam muslimah- ^^


dikutip dari Milis Remaja Masjid oleh *daisyflawa*

Teliti Aibmu Sendiri -- Mari Perbaiki Diri!

Teliti Aibmu Sendiri
(dipetik dari buku "Orang Bijak Berkata - Kumpulan Nasehat Sepanjang masa" oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus - Terbitan Taman Ilmu)


Hasan Al Bashri berkata;

"Engkau tidak akan memperoleh hakikat iman selama engkau mencela seseorang dengan sebuah aib yang ada pada dirimu sendiri. Perbaikilah aibmu, baru kemudian engkau perbaiki orang lain.
Setiap kau perbaiki satu aibmu, maka akan tampak aib lain yang harus kau perbaiki. Akhirnya kau sibuk memperbaiki dirimu sendiri. Dan sesungguhnya, hamba yang paling dicintai Allah adalah dia yang sibuk memperbaiki dirinya sendiri."

Sepanjang sejarah kehidupan manusia, tidak ada hari seperti hari kiamat dimana aib terbuka dan mata menangis.*

--- ---- ----

*) Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, Ad-Da'watuttaammaah, Darul Haawii, cet.2, 1993, hal.226-227.

Sebuah Pengakuan dan Jawaban atas Keterdiamanku

Apa kalian tau,,
yang ku cari bukan sekedar orang baik..
Tapi,, orang yang juga satu visi denganku..

Aku tau betul bahwa mencari orang baik itu sulit..
dan mencari orang yang satu visi pun juga sulit..

Tapi aku yakin,,
Allah pasti memberikan yang terbaik buatku..
Dan aku berdoa,,
Allah akan memberikan pangeran seperti itu kepadaku..

Apa kalian tau,,
Aku punya visi jauh ke depan..
tentu perlu dukungan penuh dari pendamping hidupku..

Pendamping hidup bagiku bukan sekedar aku menikah lalu selesai sampai di situ,,
atau sekedar menyatukan dua keluarga..

Tapi lagi-lagi aku tekankan,,
kami menyatukan visi hidup..

Setelah menikah bukan lagi visiku, visimu..
tapi visi kita.. visimu dan visiku melebur menjadi satu..


Pintu hatiku belum ku buka..
dan belum juga ku tutup..

Belum ada penolakan..
Belum juga ada penerimaan..

Jika fikroh kita bertentangan,,
tentu akan jadi pertimbangan untuk terjadi suatu penolakan..


Maaf kan diriku atas segala tindakan yang menyakitkan..

aku hanya lah seorang manusia,,
yang mencoba belajar menjadi lebih baik dan dewasa..

wallahu a'lam..
ku serahkan semua padaNYA
ya Allah,, hanya ridhoMU yang ku carii..

"Jawaban atas Tekanan yang Membuatku Terdiam"
Bima-Minggu,20.09.09
-saat idealisku memuncak-

*somoga kalian mengerti ya..

*buat calon pangeranku,, keep istiqamah ya! ^^
aku setia menunggu mu untuk berjuang bersama-sama di jalanNYA..

(bingung? sengaja! disarankan baca blog sebelum-sebelumnya)

Day 4 - Mudik ke NTB

20 September 2009

Allahu akbar,, Allahu Akbar...
LEBARAN TIBA..
Mohon Maaf Lahir Batin semuanyaaaa..... ^^
Maafkan segala kesalahan ku yang disengaja ataupun yang ga di sengaja ya..
Aku sudah memaafkan kesalahan kalian semua...


Hari ini, hari Idul Fitri. Suasana suka cita tergambar di setiap wajah seluruh umat Islam termasuk aku. Aku berbalut gamis ungu, dengan rok ungu (pasti bingung deh, gamis koq pake rok.. kapan-kapan aku perlihatkan bajunya, sekalian aku promosikan sebagai barang dagangan ku.. hehe) dan jilbab ungu siap shalat Ied di lapangan depan rumah nenek. Hwaa,, bahagia rasanyaaa.... aku merasakan kembali shalat Ied dilapangan itu. Lapangan itu sungguh ramai sekali. Semua orang begitu bersemangat menyambut hari yang fitri ini. Hari itu khotbah ied tentang godaan setan, ya macam-macam godaan setan hingga berujung pada hikmahnya idul fitri. Sungguh luar biasa,, tak bisa ku gambarkan kebahagiaanku.

Setelah shalat Ied, nenek mengadakan open house. *ini sih istilah aku saja, soalnya banyak sekali yang berkunjung ke rumah nenek. Aku juga kurang paham, kenapa banyak yang ke rumah nenek. Tapi aku rasa nenek dulu adalah orang penting di kota ini. Subhanallah...

Saking banyaknya yang berkunjung,
aku semakin sulit membedakan mana saudara mana bukan saudara, mana oom mana keponakan,, hwaaa... semua sudah campur aduk.. keluargaku memang keluarga yang sungguh sangat amat besaaar... saking besarnya,,, smua orang udah jadi sodara..

Setiap orang yang datang,, mama selalu memperkenalkan diriku,, ”ini anak saya yang bungsu, calon dokter gigi.. kakak-kakaknya sudah menikah, dokter juga.. saya hampir mau punya cucu” hohoho,, dan aku hanya tersenyum sajaa..

Ada pula yang berkomentar,, ”
wah sudah besar ya,, ini sudah pantas untuk menikah ya..”
Aku rasa ini efek gamis yang ku kenakan... hehehe
*jadi seneng pake gamis --> kesimpulan yang salah,ndrii..

Ada pula yang berkomentar,, ”cantik nya kamu.” --> kalo yang ini komentar yang sangat aku senangi… ahahahahaha norak.mode: ON

Open House pun selesai. Selanjutnya nenek mengajak ku pergi berziarah ke makam kakek. Saat ini, nenek ku yang tersisa hanya satu. Nenek dari mamaku. Nenek dan kakek dari ayahku telah meninggal. Nenek ku agak kesuliatan dalam melangkah, kakinya sakit. Jadi, membutuhkan kekuatan besar untuk naik mobil, maka ayahku yang membantu nenekku untuk bergerak.

Saat berjalanan di pemakaman, aku menggandeng nenek ku, saat itulah nenek ku memberikan pesan kepadaku,,
(kurang lebih seperti ini) :
“ayah mu itu orang hebat, orang baik. Sulit mendapatkan lelaki seperti ayahmu.”
Hwaa,,, Subhanallah… aku bangga memiliki ayah sepertimu...
Ayahku memang orang hebat… kalo aku mndengar cerita perjuangan ayah… hal-hal yang telah ayah perbuat.. memang sungguh luar biasa…

Tak heran aku ingin calon suami ku minimal seperti ayahku…
Sangat berprinsip,, pekerja keras, penyayang, sabar dan berbagai sikap baiknya..
*haii,, calon suamikuu… belajar dari ayah yaaa….. ^^ aku yakin kamu juga the best!!


Setelah berziarah dan berkunjung ke rumah sanak saudara, waktunya kami (aku, ayah dan mama) bersiap-siap menuju desa Rai oi – SAPE. Ini adalah kampung halaman ayahku. Tempat ayahku dibesarkan dan berjuang hidup. Saat itu mama tampak buru-buru dan ribet sendiri. Entah apa yang beliau kejar. Mungkin beliau cemas dengan komentar dari orang-orang. Akhirnya keluarlah quote indah dari ayah,,
“jadi orang itu harus punya prinsip. Kalo sudah punya prinsip, apa kata orang ya gausah dipikirin..”

Betul betul betul (gaya ala ipin upin)
Aku sepakat banget sama ayah…
*aku jadi teringat, alasanku kenapa tidak menerimanya..
ya prinsip itu,, aku punya prinsip…
ya,, maklum lah anak muda.. idealisnya lagi memuncak.. ^^

Sebelum perjalanan ku ke SAPE dimulai..
Aku dipanggil nenek dan diajak berbicara dengan nya..
Begini pesan nenek:
“mencari orang baik jaman sekarang itu sulit,ndrii.. baik-baik ya di sape.. senyum.. mengobrol..”

Aku tau betul apa maksud nenek.
Hiks,, rasanya aku ingin menangis..
Ya menangis,, itulah yang selalu kuperbuat saat aku tidak bisa berkata apa-apa..
Saat aku bingung harus menjawab apa..
Saat batin ku rasanya tidak sepakat…

Ya saat itu aku hanya tersenyum dan berkata “iya, nek..”
Aku tak tahu apa yang harus aku komentari..

Akan aku jawab segala keterdiamanku di tulisanku setelah ini..
Aku berdo’a semoga semuanya mengertii…. :)

---------------------------------- to be continued ---------------------------------

Day 3 - Mudik ke NTB

Sabtu, 19 September 2009
The last fasting – malam Takbiran

Hari ini bangun sahur seperti biasa. Bedanya aku sudah berada di rumah nenek, sahur bersama nenek dan saudara-saudara. Hari ini aku belum tau akan melakukan apa. Ya, aku iseng-iseng aja coba internet, kali aja bisa. Ternyata bisa, tapi agak ngadat-ngadat gimana gtu.

Pukul 08.00 wita, mama memintaku untuk segera mandi. Aku, mama, ayah dan tante osi akan menjemput sepupuku di bandara. Sepupu dari ayahku, ia anak dari adik ayahku. Pukul 10.00 wita, kami sudah tiba di bandara. Satu jam kami menunggu, sepupuku baru sampai. Per-usil-an pun muncul. Aku hanya bisa bersabar. Ya Allah.... *maaf aku tidak bisa menjelaskannya lebih detail

Sesampai di rumah, per-usil-an makin terlihat jelas. *maaf aku menggunakan kata per-usil-an, karena bagiku itu tindakan usil tante-tanteku

Hmm,, yang ku syukuri dan membuatku terharu adalah perkataan mama dan ayah.
*kayanya semua keluarga ku lupa kalo aku ngerti bahasa bima*

Intinya adalah
”semua terserah indri, ga bisa dipaksain”

Alhamdulillah ya Allah, bersyukurnya aku mempunyai mama dan ayah seperti mereka. Aku tak khan menyia-yiakan kepercayaan mereka, kan ku pilihkan pangeran terbaik dimuka bumi ini. *Amin ya Allah.. (hai pangeranku, kelak tunjukkan pada mereka bahwa kamu menyayangi mereka seperti aku menyayangi mereka.^^)

Sore hari, keluargaku dan keluarga tante nur, pergi membeli madu. Bima itu khas dengan madunya yang sangat enak dan berkhasiat. *ada yang mau titip beli?
Kami pergi ke rumah pedagang madu, teman dari tante marfuah. Hmm,, tertarik juga jadinya aku menjadi saudagar madu. Hehe (jiwa.dagang.mode: ON)

Setelah itu kami, bergegas ke Rumah untuk bersiap-siap berbuka puasa.
Hwaa, ini puasa terakhir. Sedih juga rasanya ditinggal bulan Ramadhan.
Aku hanya berdo’a kelak aku dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan dan aku mndapatkan kemenangan idul Fitri yang hakiki di hari esok.
Pada malam hari, ayah dan mama mengajak ku pergi ke rumah mertua kak ita. *FYI, suaminya kak ita orang bima juga, tapi kalo istrinya aa orang jawa* --> kebayang donk, aku harus berkaca pada siapa? Atau membuat inovasi baru? (ngomong apa c, ndrii)

Setelah ke rumah mertua kak ita, kami mampir ke rumah tante marfuah. Awalnya, ragu apakah beliau ada di rumah atau tidak. Rumah sepi, dipanggil tidak ada yang nyaut. Akhirnya, ditelpon dan ada orang lah di dalam. Saat berkunjung ke rumah tante marfuah, ada 1 hikmah yang bisa aku ambil. Dan semakin bersyukur diriku, memiliki mama dan ayah seperti mereka.

Begini ceritanya, tante marfuah memiliki anak perempuan seorang mahasiswa yogyakarta bernama anna. Ia cerita bahwa dilarang untuk berpergian. Aku tau kecemasan apa yang ada dipikiran ibunya. Ibunya menyuruh dia untuk belajar saja, tidak boleh pergi ke mana-mana. Saat liburan hanya boleh pulang kampung ke bima, tidak boleh ke Surabaya ataupun Jakarta.

Hmm,, berkaca pada diriku. Aku sering menginap di sana dan di sini. Aku sering pulang malam. Aku sering menghabiskan hari sabtu dan minggu untuk kegiatan di luar. Tapi aku tak pernah dilarang. Sungguh luar biasa kepercayaan mereka. Satu hal yang selalu aku lakukan adalah selalu memberitahukan kemana dan kegiatan apa yang akan aku lakukan. Kepercayaan! Itulah yang terpenting. Ketika mereka yakin anaknya tidak akan berbuat macam-macam, maka tak ada rasa kecemasan yang muncul.

Alhamdulillah ya Rabb,,
Lindungilah mereka,,
Berilah mereka kesehatan,,
aku ingin mereka melihat kesuksesanku menjadi seorang dokter gigi,,
aku ingin mereka melihat cucu-cucu yang dilahirkan dari rahimku..

ya Allah,, berikan aku kesempatan untuk membahagiakan mereka... ^^


------------------------ to be continued ----------------------------------

Day 2 - Mudik ke NTB

18 September 2009

Puasa hari ini, aku tidak ikut sahur. Maklum jam 00.00 WITA saat sampai di rumah oom, kami disuguhi makanan. Jadi, aku memutuskan makan ku saat itu adalah sahurku. Mama dan Ayah tetap bangun untuk sahur, tapi tubuhku terkapar di tempat tidur menolak untuk bangun. Aku pun meneruskan tidurku.

Pagi-pagi sekali pukul 05.30 WITA, kami harus segera meninggalkan rumah untuk berangkat ke terminal. Kami akan berangkat pukul 07.00 WITA menuju Bima dengan bus Surabaya Indah. Aku belum tahu seperti apa bus itu. Aku pernah 1 kali naik bus dari Bima menuju Mataram dengan Bus Langsung Indah. Bus Langsung Indah cukup Ok, aku tidak merasakan seperti naik bus. Kami pun menunggu di bawah pohon sambil mengobrol. Dan ternyata bus baru datang pukul 08.00 WITA.

Bus Surabaya Indah pun datang. Bus itu tidak lebih baik dari bus 63 yang biasa ku naiki. Ikhlas dan sabar itu kunci nya. Mungkin hanya terlihat buruk saja bus nya, mungkin perjalanan ku akan sangat menyenangkan dengan bus ini.

Dengan berbekal do’a kami pun berangkat. Hmm,, ternyata dugaanku benar. Bus ini sungguh buruk. Segala bentuk guncangan terasa saat perjalanan. Bus ini ternyata memang Bus kelas ekonomi berbeda dengan Langsung Indah. Ya, Bismillah.. Semoga kami selamat sampai tujuan.

Hmm,, untuk menghindari mabuk, dan memang dasar aku nya keboo,, sepanjang perjalanan aku tidur. Karena tidak ada yang dapat ku lakukan selain itu, karena guncangan sungguh dahsyat. Jalan berkelok kelok, kanan kiri kanan kiri.. hohoho Mabook... kadang sekali-sekali ku terbangun karena posisiku yang mengganggu sepupuku-manda yang juga tertidur di samping ku. Dan kadang terbangun pula karena sang supir tetap menaiki penumpang padahal kursi sudah full. Jadi, penumpang yang baru, ia suruh berdiri. *Bis antar kota macam apa ini? Koq seperti Bis dalam kota yang sering ku naiki. Sabar.. Sabar.. Sabar..

Hwaa,, Subhanallah perjalanan ku kali ini.. Jujur, sungguh melelahkan..

Akhirnya, Kami sampai di Pelabuhan. Kami akan bertolak ke Pulau Sumbawa. *ingat mataram itu berada di pulau Lombok, sedangkan Bima ada di Pulau Sumbawa*
Kami bergegas turun dari bis. Bis sungguh semakin sumpek dipenuhi para penjual nanas dan nasi. Hello, apa kalian tau kami sedang berpuasa? *Hayoo,, sabar!! ^^

Kapal Ferry!! Iya, kami naik kapal Ferry. Kami menunggu di ruang tunggu AC yang katanya bebas rokok tapi sempet ada yang ngerokok. Orang Indonesia koq begitu ya.
Oya, ada pengamen kapal lhoo. Dan bedanya mereka tuh ber5-an gitu, jadi ramai. Seru deh pokoknya. Trus tiba-tiba ada seorang pria maju ke depan menjelaskan bagaimana kondisi kapal dan penggunaan pelampung. Ya seperti pramugari di pesawat-pesawat. Awalnya aku heran, berkali-kali aku naik kapal ferry, ga ada tuh yang nerangin kaya gini. Ternyata eh ternyata, dia bukan petugas kapal. Ia penjual barang keliling. Tapi kawan, bahasa yang ia pergunakan sungguh baik, sangat persuasif. Aku perhatikan sekelilingku, dan semua orang dengan serius memperhatikan dia. Berarti dia berhasil menarik perhatian para penumpang. Ayahku saja membeli satu barang dari dia yaitu keranjang baju kotor yang bisa dilipat jadi kecil seharga 10.000 rupiah. Wah, hebat hebat!! d^^b (2jempol untuk pria itu)

Pemandangan di luar sana sungguh indah. Hamparan laut biru, awan putih dan pegunungan yang tandus. Rasanya aku ingin berdiri di pinggir kapal, untuk menyaksikan lebih dekat alam ciptaan Allah. Tapi apa daya, perutku sudah berguncang-guncang, ku putuskan untuk tidur saja.

Kringggg Kringggg (bel kapal berbunyi tanda akan mendarat)
Kami pun bergegas berdiri menuju tangga. Kami harus kembali ke Bus. Dan aku kembali bersiap untuk tidur. *maav ya aku tidur terus, karena sungguh tak ada yang bisa kulakukan selain itu. Kalian harus merasakan bagaimana pusingnya naik bus itu*

Sudah pukul 13.00 WITA, bus pun berhenti di sebuah rumah makan. Tentunya kami turun bukan untuk makan, tapi shalat dzuhur dan Ashar. Mushola nya sungguh kecil, akupun meminta izin sang mpunya restoran untuk shalat di dalam kamar. Yuhu, proposal diterima! *ternyata, sudah ada yang lebih dulu shalat dikamar, yaitu seorang wanita bercadar.

Kami melanjutkan perjalanan. Tidak ada sesi istirahat lagi. Kami akan terus melaju hingga terminal Bima. Hwaa,, masih sungguh jauh dan jalanan pun semakin berkelok-kelok. Mual oh Mual. Penumpang yang lain sudah ada yang berhasil mengeluarkan isi perutnya lewat mulut. Alhamdulillah, perutku masih aman. Mungkin dari kecil aku sudah terbiasa diajak bermual-mual sama mama dan ayah, jadi sudah kebal. Hehe

Aku pun tertidur pulas. Aku berharap saat aku terbangun, kami sudah sampai di Bima. Tapi tiba-tiba bus kami berhenti. Ada apa ini? Hoho.. Ban bis kami bocor.. Bahaya oh bahaya. Pak supir pun segera mengganti ban. Beberapa penumpang turun sambil menikmati panorama pulau Sumbawa yang tandus. Hoo,, gunung dan bukit di sini sangat tandus, hanya warna coklat yang kulihat.


Kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Bima pukul 20.00 WITA

Alhamdulillah,, sampai jugaa...
Berasa perjalanan 3 hari...
Lama sekali...
Tidak sampai-sampai...

Kami dijemput oleh saudara-saudara kami menuju rumah nenek umi (Ibu dari mamaku). Sesampai di sana, salam sana salam sini. Hohoho senangnya bertemu sanak sodara...
Selesai beres-beres dan menunaikan kewajiban, kami langsung memesan bakso depan rumah nenek yang mantap sekali!! Aku namakan Bakso Nenek. Aku juga heran kenapa baksonya enak banget, kayanya sih sama aja. Tapi setiap aku pulang kampung, hampir tiap hari makan bakso itu. Hehe

Sudah larut malam, kami bergegas istirahat. Masih ada hari esok, yang kuyakini pasti menyenangkan dan mengandung banyak hikmah.

Tunggu ceritaku di hari esok ya... ^^

--------------------------- to be continued --------------------------------------------------

Day 1 - Mudik ke NTB

(masih) 17 September 2009
Sekitar Pukul 14.30 aku dijemput oleh aa, sudah bersama ayah dan mama. Kami bergegas menuju bandara. Saat di bandara kami bertemu dengan rombongan tante nur dan keluarga. Kami harus "check in" (ini bukan c istilahnya, lupa ni saya ;p) pukul 17.00, tapi pukul 16.00, kami sudah tiba di bandara.

Hwaa,, ternyata barang bawaan keluarga ku banyak sekali (maklum ga ikut packing, jadi baru tau pas dibandara). Kami membawa 3 tas koper (berisi pakaian kami), 1 tas besar sekali (entah apa isinya, mungkin oleh-oleh buat orang sana), dan 4 buah tentengan plastik (aku rasa ini isinya makanan untuk kami berbuka nanti). Kami kerepotan sendiri. Maklum tak ada anak lelaki lagi di keluarga kami. Kalo dulu yang selalu bantu ayah untuk angkat-angkat barang adalah si aa. Tapi aa ga ikut, jadi ayah angkat-angkat sendiri, sesekali aku bantu (maklum tubuh kecil begini, diragukan oleh ayah dan mama untuk angkat-angkat barang..hehe). Mungkin solusi terbaik adalah aku harus segera mencari pendamping hidup. *NGACO!!! Hehe

Setelah menimbang barang dan memasukan barang di bagasi, kami bergegas shalat Ashar. Hmm,, sudah lama juga aku tidak ke bandara. Aku khan sekarang anak terminal dan stasiun (apa sih ga nyambung). Kami menunggu di ruangan A5, sungguh penuh ruangan itu. Tapi Alhamdulillah, ada seseorang wanita yang memberikan kursi kepadaku. Segala tujuan keberangkatan ada di ruangan itu. Aku mendengar ada keberangkatan menuju pontianak, kupang, denpasar dan lain-lain. Subhanallah, indonesia sungguh luas ya..

Pesawat kami baru berangkat pukul 18.50, ya masih cukup lama, waktu berbuka pun belum kunjung datang. Aku menghabiskan waktuku dengan si kitab kuning.

Tak terasa juga, sudah waktu berbuka. Mama langsung mempersiapkan makan untuk kami. Ternyata benar, plastik-plastik yang kami tenteng itu berisi makanan berbuka kami, yaitu nasi putih, ayam panggang, terong sambel ijo, kurma, jeruk, air mineral. Hwaa,, lengkap. Satu hal yang perlu ku beritahu, kalo urusan makan keluargaku nomor 1 deh. Kalo travel kemana pun pasti perbekalan makanannya selalu banyak. Hohoho

Kasarnya, kami keluarga doyan makan! ^^v

Selesai makan, kami bergegas shalat maghrib. Dan kembali duduk di ruang tunggu.
Dan tiba-tiba........

Ii: ma, itu kaya temen indri..
Ii: siapa ya,,
Mama: yang mana?
Ii: itu yang pake jilbab
Mama: (seperti biasa dengan frontal oksipital) dek, anak UI ya?

Si perempuan itu pun nengok dan terkejut sambil menghampiri ku.. dan cipika cipiki.. ^^

Dia: indri......
Dia: mau ke mana?
Ii: mau ke mataram
Dia: aku juga mau ke mataram
Ii: kamu asli mataram?
Dia: iya, orang tuaku di sana?
Ii: kamu merantau? PMDK ya?
Dia: iya..
Ii: hebat (dalam hati, berdecak kagum.. PMDK.. subhanallah...)
Dia: orang tua mu di sana?
Ii: engga.. ini aku pergi sama mama dan ayah.. yang di sana nenek..
Mama: tinggal dimana?
Dia: Praya
Ii: (dimana ya itu?) *terdiam*
Ii: koq ga bilang-bilang kalo orang NTB (pernyataan yang bodoh!)

Ya singkat cerita, begitu lah percakapan ku dengan AGIS, seorang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2007. Sungguh tidak disangka-sangka, aku satu pesawat dengan temanku yang juga orang NTB. Hohoho

“kepada penumpang dengan nomor penerbangan ******* dengan tujuan keberangkatan Jakarta-Mataram, berpindah ke ruangan A3”

Kami pun langsung berdiri dan bergegas ke sana..
Bismillah.. kami pun naik pesawat..
Seperti biasa dikendaraan, aku selalu tertidur sampai tak terasa waktunya pesawatku untuk landing.

Ya Allah,, rasanya aku diperbatasan hidup dan mati..
Landingnya sungguh kasar..
Aku deg-deg.an sekali..
Mungkin sudah lama jantungku tidak bermain di dufan atau naik pesawat..
Betapa memalukannya aku sampai-sampai aku menggenggam tangan mamaku..
Aku sungguh deg-deg.an..


SELAMAT DATANG DI INDONESIA BAGIAN TENGAH!
SELAMAT DATANG DI NUSA TENGGARA BARAT!

Hmm,, aku sudah berada di daerah yang 1 jam lebih cepat dari Jakarta.
Saat itu sudah pukul 23.00 WITA (kurang lebih ya, soalnya ga liat jam).
Kami dijemput oleh oom Taufik (kakak dari mamaku), kami akan bermalam di rumahnya, pagi-pagi sekali aku akan berangkat menuju kampungku yang sebenarnya yaitu Bima-NTB. Apa kalian tau, kami naik apa? Naik BUS selama 12 jam..hohoho saya kira saya naik pesawat lagi. Ternyata kata mama, pesawatnya mahal.

Penasaran gimana rasanya 12 jam di dalam BUS?
Tunggu ya di tulisan saya berikutnya... ^^
----------------------------------- to be continued -----------------------------------------

Before 'The Day' - Mudik ke NTB #2

LANJUTKAN! *udah selesai deh kayanya kampanye nya.. ;p

Sesampai di rumah Andara, semua orang sudah selesai melakukan shalat maghrib berjama’ah. Sedihnya, kau melewatkan momen itu. Aku pun bergegas mengambil air wudhu dan shalat. Saat aku sampai ada surprise cake untuk Mandy dan Ari. Sungguh bahagianya aku menjadi bagian dari 2007. Acara selanjutnya, makan-makan alias makan besar. Hwaa,, rasanya perutku kembung sekali karena sempat menghabiskan 1 botol teh. Karena aku telat datang, saat aku makan, sudah berganti acara. Sesi sharing! Hwa,, semua saran, kesan, pesan disampaikan disitu. Sungguh luar biasa angkatan 2007. aku menyayangi kalian semua.

Selanjutnya adalah acara Shalat Tarawih berjama’ah. Tapi entah kenapa semua orang pulang. Padahal masih sangat sore untuk pulang. Yang tersisa hanyalah KAMI, si genk i’tikaf Bimantara, yaitu Fairuz, Ditto, WR, Risty, Dena dan Aku. Saat shalat tarawih, adita juga ikut bergabung. Banyak hal-hal yang mengherankan saat berjama’ah tarawih. Kasarnya, banyak hal yang tidak dicontohkan Nabi tapi dilakukan oleh jama’ah tersebut. Ya Wallahu a’lam.. (mungkin ini akan jadi pembahasan sendiri saja)

Selesai shalat, kami siap-siap untuk pergi ke masjid Bimantara. Sambil menunggu para akhwat bersih-bersih, saya berbincang sedikit dengan ustad Fairuz. Perbincangan masih sama, seputar Jodoh, Cinta, Pernikahan. Ya semacam itulah, entah kenapa semakin sering dibahas, semakin menarik. Hehe Lain halnya dengan ditto dan WR, mereka justru menghabiskan waktu menunggu dengan nge.band. Maklum saja lah, mereka khan anak band. Hehe

Tak terasa sudah hampir pukul 22.00, kami pun bergegas berangkat. Saya, risty dan dena pergi bersama WR dan mobilnya. Sedangkan fairuz dengan ditto dan mobilnya. Saat diperjalanan, sungguh WR sangat humoris. Rasanya saya tak henti-hentinya tersenyum dan tertawa. Sampai-sampai saya berkata, ”WR.. kamu, aku bawa ke rumah saja ya.. rumah ku sepi..”

Sampailah saya di Bimantara..
Subhanallah...
Sungguh luar biasa, orang-orang berbondong-bondong datang untuk merasakan nikmatnya bermalam. Malam itu sedang ada kajian mengenai Sekulerisme oleh Ustad (saya lupa namanya). Menarik sekali. Dan sungguh berat pastinya pembahasan itu. Tapi saya rasa pembahasan ini memang sungguh penting. (mungkin ini akan menjadi tulisan yang menarik saya buat kelak)

Selesai kajian, jama’ah dipersilakan untuk tidur. Karena Qiyamul lail akan dimulai pukul 02.00. Sembari menunggu mengantuk, aku kembali membuka Kitab kuning itu, Al-Qur’an yang menemaniku sepanjang hari. Ku sempatkan melihat sekelilingku, semua orang sedang membaca Al-Qur’an.. Subhanallah...



Kamis, 17 September 2009
Aku pun tertidur....
Dan terbangun saat QL akan dimulai.

Sungguh mengantuk luar biasa. Tapi semua rasa itu hilang ketika ku ingat bahwa aku akan ber-cinta denganNYA. Sungguh khidmat QL ini, dengan lantunan ayat yang indah. Subhanallah.. Aku menangis......

Teringat semua kebesaranMU, semua nikmatMU..
Betapa banyak nikmat yang tak ku syukuri..
Betapa banyak dosa yang ku perbuat..
Ya Allah... aku mohon ampunanMU... T___T

Selesai QL, kami segera sahur dan melaksanakan shalat shubuh.
Pagi itu ada kajian shubuh. Kami tak sempat mendengarkannya.
Sedih rasanya..
Tapi kamu harus menghadiri perkuliahan pagi ini. Kami pun pulang ke rumah Andara untuk siap-siap dan beristirahat.

GAWAAAT!!
Kami (aku, dena, risty) telat bangun. Sudah pukul 07.45, kami belum bersih-bersih. Kami pun baru berangkat pukul 08.30. Syukur Alhamdulillah kami tidak telat.

Hari ini, hari terakhir kuliah sebelum lebaran. Dan hari terakhir aku menginjakkan Jakarta sebelum lebaran. Siang ini, aa akan menjemputku untuk mengantarkan aku, ayah dan mama ke Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum aku berangkat, banyak hal yang membuatku kecewa. Ya, lagi-lagi mengenai tingkah rekan muda ku..

kawan, maafkan aku jika aku belum sempurna membina kalian..
Tapi aku akan berusaha seoptimal yang aku bisa..
Tolong, dewasakan lah dirimu..
Terimalah apa yang kami berikan dengan lapang dada dan tangan terbuka..
Kami hanya menginginkan satu hal,
Kalian menjadi generasi terbaik penerus kami...

---------------------------------- to be continued ---------------------------------------

Before 'The Day' - Mudik ke NTB

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kamis, 17 September 2009 Pukul 18.50 merupakan waktu keberangkatan pesawatku menuju Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sebelum waktu itu tiba, banyak hal yang aku lewatkan dengan penuh hikmah yang dapat kupetik.

Rabu, 16 September 2009
Hari itu merupakan Hari Besar,, banyak hal yang harus aku lakukan pada hari itu.. Tapi entah kenapa, hanya 1 yang paling kuingat yaitu EVALUASI BESAR I METAMORFOSA. Pada hari itu aku harus mengumumkan IP rekan-rekan baruku di periode I metamorfosa dan tentunya juga Pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan beserta Punishment apa yang mereka dapatkan. Antara Senang, Sedih, Kecewa dan Marah.. semua melebur jadi 1.

Banyak hal yang harus diperbaiki, dievaluasi, dan dipelajari. Kami (Panitia) akan berusaha yang terbaik untuk membuktikan bahwa kami adalah generasi terbaik dan akan melahirkan generasi yang terbaik juga.

Selesai Evaluasi di pagi hari, aku bergegas praktikum Prostho.. hoo, sungguh beratnya hari itu.. aku berkali-kali ditolak oleh dosen. Kerjaanku rasanya selalu saja salah.. hmm,, mungkin kesabaranku sedang diuji.

Setelah Praktikum, aku bergegas pulang ke rumah. *mengherankan memang, siang-siang begitu aku sudah pulang ke rumah..
Seperti yang aku ceritakan diawal, momen yang aku ingat pada hari ini hanya Evaluasi, aku tidak ingat kalo sore ini ada acara BUKPUS FKGUI 2007, aku tidak ingat kalo malam ini aku akan bermalam di Bimantara. Sungguh aku sangat lupa, maka aku memutuskan untuk segera pulang untuk mempersiapkan segalanya.

Sesampai di rumah beres-beres dan menunggu mama pulang dari suatu tempat. Karena keasikkan beres-beres dan nge.net bentar, tidak terasa sudah pukul 15.30, dan aku belum mandi.. hohoho aku telat berangkat! +__+

Aku pun berangkat dari rumah sekitar pukul 16.30 lewat, nyampe halte bus sudah pukul 17.00 lewat (aku lupa kalo sore hari sungguh macet). Aku pun menunggu bus kesayanganku si 63 jurusan Pasar Baru (lewat salemba). Bukpus kali ini di rumah Andara, ya sekitar bilangan manggarai. Aku berencana naik 63 hingga kampus lalu naik bajaj sampai rumah Andara. Tapi apa mau dikata, bus 63 tidak kunjung datang. Berkali-kali aku perhatikan jam ku, sudah hampir setengah jam. Huhf.. kesabaranku diuji kembali. Akupun memutuskan menunggu 15 menit lagi, jika tidak kunjung datang, aku akan naik bus menuju cililitan (padahal Belem kebayang akan naik apa setelahnya). Ya, jalan saja.. Berbekal niat karena Allah, ku usahakan agar aku sampai ditempat tujuan.


Petualangan pun dimulai…..
Akhirnya, aku memutuskan naik bus P9BA menuju cililitan..
Ternyata cukup dekat dan lancar perjalanan menuju cililitan. Aku sudah sampai di cililitan dan turun di tempat kebanyakan orang-orang turun. Detik itu, aku pun belum tau aku akan naik apa. Aku mengikuti saja orang-orang didepanku melangkah. Aku pun memutuskan untuk menyeberang, naik kendaraan menuju Kampung Melayu (aku melihat banyak kendaraan biru, mungkin saja itu menuju Kampung Melayu). Aku perhatikan kendaraan biru yang berlalu-lalang, berbagai nomor terpampang di kaca depan mobilnya. Aku semakin bingung. Dan terlebih lagi tidak ada yang menuju Kampung Melayu. Aku tak mau menyerah, bisa saja aku memberhentikan taxi, tapi aku bertekad tidak akan menyerah. Tiba-tiba aku melihat kendaraan biru bernomor 06A menuju jatinegara. Ya, lumayan lah.. daerah yang masih ku kenal.

Kuperhatikan jalanan, aku tak tau kendaraan ini akan berhenti dimana, dan dengan apa aku harus melanjutkan perjalananku. Yang ku lihat saat itu, stasiun jati negara. Aku berharap kendaraan ini meneruskan perjalanannya menuju kampung melayu. Ternyata, kendaraan ini belok berlawanana arah dengan kampung melayu. Aku pun memutuskan turun, dan naik kendaraan apapun menuju arah kampung melayu.

Ini sudah kendaraan ke-4 ku, mikrolet berwarna biru pula tapi berbeda nomor (aku tidak perhatikan nomor kendaraan yang ku naiki). Adzan pun berkumandang diiringi getaran handphone dari sang sahabat yang cemas dimana keberadaanku, karena aku tak kunjung sampai.

Akhirnya...
Kampung Melayu ku gapai..
Syukur Alhamdulillah, aku sudah berada di daerah yang ku kenal.
Saatnya melanjutkan perjalanan. Sebelum aku bergegas, aku membeli sebotol minum untuk membatalkan puasaku. Hmm,, tak jadi buka puasa bersama di rumah Andara, aku justru buka puasa ditengah jalan dengan baju penuh bau asap. Tak apa, sungguh berkah yang kurasakan...

Selanjutnya aku memutuskan naik bajaj menuju Manggarai rumah Andara...
Aku hampir tersesat, karena sungguh aku tidak tahu dimana itu rumah Andara. Berbekal nekad dan sedikit info dari sang sahabat, aku pun sampai di rumah Andara.

Alhamdulillah ya Rabb...
Sungguh luar biasa perjalananku..
Tapi aku bahagia masih diberi kesempatan merasakan nikmatnya perjalanan..^^

--------------------------to be continued------------------------

Senyum Donk Fren! ^^v

Buat semua orang yang sedang cemberut karena lagi punya masalah..
ini ada lagu yang mungkin dapat menghibur anda sekalian..
Enjoy this song! ^^

=================================================



Senyum Dong Fren!
Album : Senyum Dong Fren
Munsyid : Justice Voice
http://liriknasyid.com



Intro:
Huuuuauuu huauuu woi ya ya... 2x

*Hari ini kumulai dengan ceria
Senyum sapa kepada semua orang
Ku ucap salam untukmu teman-teman
Oh semoga rahmat dan berkah-Nya terlimpah untuk semua

Reff 1:
123... ku langkahkan kakiku dengan Bismillah
Yakinlah hari ini begitu indah
456... ku lakukan apa yang baik kudapat
Oh... semuanya sangat indah...

Fren... ngapain kok kamu cemberut aje
You punya problem ya harus diselesaiin
Kalo cuma dipikir kamu bisa tambah pusing
Kalo kena migrain... duh aduh kepala sakitnya bukan main...

Reff 2:
123... selesaikan masalah tanpa masalah
Dengan amal dan hati tertuju pada-Nya
456... ingat semua adalah ujian dari-Nya
agar kamu makin dewasa...

interlude...
Huuauuu huaau woi ya ya... (fill ini "tepuk tangan")

back to *

Ending:
Hari ini kau makin ceria
Senyum sapa pada semua orang...
Hari ini kau makin dewasa
Senyum sapa pada semuanya...
Huuaauu huuaauu woi ya ya... 2x

Senyum Dong Fren!
karya: Asep JV
Arr.: Asep, Jusvan & JV
Vokal/Falset: Asep
Back Bariton: Faris, Backing 1: Eko P, Back 2: Faris, Back 3/Falset: Jusvan
Bass: Wiwied
[Tepuk tangan pilihan dengan alat atau bareng?]

========================================================

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
Surah Al-Ankabut ayat 2-3

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. "
Surah Al-Baqarah ayat 286

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."
Surah Al-Imran ayat 139

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
Surah Al-Baqarah ayat 45

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. "
Surah At-Taubah ayat 129

Bila Aku Jatuh Cinta

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin..



http://www.dudung.net/artikel-islami/bila-aku-jatuh-cinta.html

aku, kamu dan Dia

Menemukan syair indah nan singkat:


"Cinta kita, bukan berdasarkan kamu mencintaiku atau aku mencintaimu
Tapi karena Allah menuliskan kita untuk saling mencintai
Karena cinta-Nya pada kita dan cinta kita pada-Nya."


Bagaimana tanggapanmu?? ^^

25 tentang AKU *bukan orang padang ataupun sunda*

1. Nama panjang saya Indri Khairati Pratiwi, walaupun sekarang dikenal dengan julukan Indri_YellowDuck.. *btw, selain suka bebek, sekarang lagi suka banget BUNGA MATAHARI^^

2. Anak ke-3 dari 3 bersaudara yang sedang berusaha MANDIRI.. hehe

3. Mama dan ayah asli NTB (Nusa Tenggara Barat) *jarang2 khan kalian punya temen orang NTB.. hehe [oya, aku BUKAN orang PADANG ataupun SUNDA ya.. knp ya orang2 selalu menduga aku diantara kedua suku itu?? hoho)

4. Sangat suka warna KUNING.. **sangat freak**.. sampe hal-hal spele yang ga penting kaya tissue, harus bungkusnya kuning.. kalo ga, ya ga jadi beli.. hohoho

5. Miss. MATCHING... silakan perhatikan keseharian saya..hehe

6. Sangat menjaga barang2 nya.. meletakkan segala sesuatunya dengan sistematis.. *aih..lebaaii..

7. Suaranya tidak enak didengar (maav ya teman2..susah ngubahnya ni..) tapi sangat khas khan.. hehehe *melengking, nyaring, toa

8. Doyan tidur.. lebih tepatnya selalu tidur dikendaraan kecuali lagi bareng temen.. tidur berdiri pun bisa.. *sedang berusaha mengurangi tidur malamnya.. (dan memperbanyak tidur dalam perjalanan saja..hehe)

9. Orang-orang gencar menguruskan badan.. saya gencar menaikkan badan.. *dan sebenarnya saya doyan makan lho.. hehehe

10. Sangat menyukai dunia BISNIS.. *bahasa kasarnya dagang laah..

11. Dulu tidak doyan dengan dunia kesiswaan, sekarang sangat doyan dengan dunia kemahasiswaan

12. Berharap di depan rumahnya kelak ada dua plang praktek.. (sampe sekarang masih menganggap itu keren..haha) *ehm,, saya berdoa saja.. kalo misalnya kata Allah jodohku ga pake plang, ya aku akan tetap bersyukur.. :)

13. Dulu koleksi komik, majalah, novel. Sekarang, koleksi donlod.an apapun (e-book, mp3, video dll) *jaman makin modern

14. Autis tanda kutip. Doyan jalan sendirian, melakukan hal sendirian, seperti sibuk sendiri dan punya dunia sendiri

15. Bangga dengan keluarganya.. dan terinspirasi banyak hal dari mereka.. *mama, ayah, aa, k’ita.. kalian memang orang-orang hebat... =)

16. Penuh pertimbangan, pemikir tapi kelamaan mikir, terlalu memikirkan sesuatu hal terlalu jauh ke depan.. *jadi kalo disuruh mikir cepet atau ngambil keputusan cepet susah deh.. hehe

17. Punya indra 5.5 dan berjiwa detektif.. hahaha *buat yang dah lama kenal gw pasti ngerti maksudnya gmn.. hmm.. Alhamdulillah, selalu bisa menemukan barangnya yang hilang (kecuali dicuri orang ya..susah!) dan bisa baca maksud hati orang..hoho

18. Sangat peka dan perasa.. *iya ga ya? Gimana ni teman2?

19. Aku ini posesif dan pencemburu lhoo.. *pasti pada gatau,, hehe
terutama sama keluarga dan teman-teman terdekatnya...

20. Sahabat=keluarga.. sayang banget sama sahabat2nya.. Bahagiamu, Bahagiaku juga..=)

21. Punya banyak impian dan rencana ke depan dalam hidupnya.. sampe kadang pusing sendiri karena pengen semua impiannya tercapai..

22. Punya kebiasaan kalo lagi di mobil dan sedang tidak mengantuk, yaitu: bengong tanda kutip sambil menatap jendela keluar.. tapi bukan bengong beneran.. tapi mikir apa yang udah gw lakuin hari ini, apa yang akan gw lakukan dirumah pas dah nyampe dan apa yang akan gw lakukan esok hari.. *ribet banget c..

23. punya motto hidup: (dikasih sama k’ita pas masuk SMP saat bikin papan nama MOS yang ada motto hidup nya) IKHTIAR, DOA DAN TAWAKAL.. dan sedang berusaha selalu bisa menerapkan 3hal ini dalam segala situasi: IKHLAS, SABAR DAN SELALU BERSYUKUR..

24. suka sama anak kecil.. makanya dulu pengen jadi dokter spesialis anak,, *mungkin ntar mau jadi dokter gigi spesialis anak,,, blum tau juga c.. hehe

25. SMILE!! ^^v

ini hanya beberapa tentangku,, selebihnya cari tau sendiri dari pengalaman-pengalamanmu berteman denganku.. :)

**ada yang sepakat/tidak sepakat dengan tulisanku ini??^^**

Aku Bertanya tentang Cinta

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”,
lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab:
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”

“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”

Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bisakah aku merasakannya?”

Sambil berlaru CINTA menjawab:
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”

Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”

http://cyberdakwah.net/2009/06/bertanya-tentang-cinta/
==========================================================

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)." (Al-Baqarah :165)

Dari Abul-Abbas Sahl bin Sa’d As-Sa’idi rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkan aku suatu amal, jika aku lakukan kau akan dicintai Alloh dan dicintai oleh manusia. “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya dicintai Alloh dan zuhud lah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya mereka akan mencintaimu” (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan imam yang lainnya dengan sanad yang shahih)



"Cinta kepada bunga akan layu,
Cinta kepada manusia akan berpisah,
Cinta kepada Allah akan ABADI.. "

Tidur.PatasCikarang.Hilang

Jum’at 31 Juli 2009
Hari itu aku pulang cukup sore dan pulang membawa tas cukup berat. **kecil2 begini tasnya berat banget lhoo, kata orang-orang bawa bom**. Nah, saat menyeberang di jembatan salemba yang Ok punya itu, ketemu sama kak fatihah (FK UI 2006). *langsung nyamperin bergembira ria**. Aku jadi punya temen pulang bareng deh ke bekasi barat. Nah, ternyata kak fatihah bis baksos gtu, jadi capek banget dan pengen naik taksi. **wah,, asik tuh. Tapi kayanya mahal deh, hehe**. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kita naik Patas AC 122/112 yg menuju cikarang dan transit di jatibening. **FYI, kalo Patas yang menuju cikarang ini, insya Allah kita akan selalu dapet tempat duduk deh**. Nah, udah tuh duduk, asoy dingin.

Kak Fatihah: ndri, aku mau tidur ya,, gpp khan
Aku: **agak kaget, karena sejujurnya aku dah ketiduran**. iya gpp kak.. aku juga mau tidur

FYI, kita duduk di yang 3 kursi, aku dipojok, kak fatihah di tengah dan ada bapak-bapak di samping kak fatihah. Udah tuh tidur bersama deh kita.

Tiba-tiba aku dibangunin sama kak fatihah, untuk bayar ongkos bus nya. Ngeluarin si dompet kuning persegi panjang dengan terkantuk-kantuk. **berniat sekalian mau nuker duid**. Saat saya menyodorkan lembaran kertas berwarna biru, sang supir pun berkata, ”gada uang kecil neng? Gada kembalian”. Lalu muter otak yang lagi setengah sadar, langsung saya menggerakkan tangan saya untuk mengambil uang di pinggir tas.
**saya tidak tahu gerakan apa saja yang saya lakukan saat mengambil uang tersebut**.

Lalu saya menaruh kembali dompet saya di dalam tas. DAN TIDUR KEMBALI.
**Afwan, kawan.. aku capek banget hari itu, jadi tidur mulu**

Tiba-tiba aku dibangunin lagi sama kak fatihah. Tapi kali ini aku sangat kaget. Ternyata kita harus turun, sedangkan aku belum siap untuk turun. Akhirnya dengan kesadaran sangat minim, aku pun beranjak dari tempat duduk.

Dan keanehan mulai terjadi.
Aku melihat ada kumpulan kertas dan foto di samping kursi ku, saat aku beranjak. Spontan langung ku ambil. Dan ternyata itu memang milik ku. Beberapa fotoku dengan teman-temanku dan kartu nama para dental supply. Huhf,, Alhamdulillah aku melihat foto itu tergeletak, bisa-bisa ntar aku diisengin orang pake foto itu.. **haha,, pikiran macam apa ini**

Aku dan kak fatihah sempat berbincang sedikit di jalanan tempat aku dan kak fatihah menunggu kendaraan apapun ke bekasi barat.

Kak Fatihah: tadi kita hampir aja kebablas ke cikarang, ndrii. Untung tadi di bangunin sama bapak-bapaknya
Aku: aku juga ga sadar kak, tadi tidurnya pules banget. Parah.
Aku: oya,, aneh deh kak. Masa aku menemukan foto-foto ku terjatuh.
Kak fatihah: oya? Udah diperiksa blm dompetnya? Masih ada?
Aku: **antara panik dan ga panik, masih ga konek, sambil membuka tas** masih kak. Apa lagi ya yang jatoh. Semoga itu aja. Bingung gimana bisa jatoh. Kayanya pas megang dompet tadi terus tangan yg satu ngerogoh-rogoh tas.

Lalu kita pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.

1 Agustus 2009
Saat aku sedang mengikuti suatu acara di suatu tempat, tiba-tiba sang mama meneleponku.

Aku: iya, kenapa ma?
Mama: KTP kamu ilang?
Aku: hah? **bingung, dan segera ngeliat ke dompet** oh iya, jatoh kemaren.
**dengan nada datar**
Mama: ditemuin sama mahasiswa baru UI depok, tadi nelepon ke rumah
Aku: **koq bisa ya? Khan itu bus jurusan cikarang** apa aja yang ditemuin ma?
Mama: KTP dan kartu Perpus
Aku: **sambil nge.cek dompet, oiya bener** dia ninggalin no.hp ga?
Mama: ada nih, ntar di telp aja
Aku: oh yaudah, makasih ma
Mama: iya..

Aku baru sadar KTP ku ilang itu hari itu lhoo. Hohoho
Subhanallah, mamaku ga marah atau bertanya panjang lebar. Beliau memang sangat percaya dengan anaknya.
**i.love.you.mom**

Sesampai dirumah, langsung ke kamar mama..

Aku: no.hpnya mana ma?
Mama: ini
**sambil nunjukkin secarik kertas dengan tulisan ayahku yang sungguh khas**
Aku: yaudah indi coba tlp/sms ya

Sesaat kemudian....
Aku: Ma, no.nya kurang satu angka. Dan ga tau kurangnya di sebelah mana.
Mama: oiya? Ntar tanya ayah deh..

Sambil menunggu ayah pulang, dengan jiwa iseng bin iseng, aku coba-coba aja no. Yang mungkin trus aku sms deh.

Dan anda tau teman-teman?
Semua nomer yang kucoba salah semua. Dan alhasil, AKU MALAH DIKERJAIN ORANG SEPANJANG MALAM. Dimiskol, di sms, hwaa... ampun,, ga lagi-lagi deh nyoba-nyoba nomer.

Dan ayahku pun pulang..

Mama: ayah, ini nomernya kurang satu
Ayah: yaudah, mau gimana lagi. Udah buat KTP baru aja ya..
Aku:
**hmm,, baiklah.. kan mau ulang tahun, sekalian urus KTP,, dikira baru 17 tahun,, hehe**

Sampai hari ini, aku masih berharap orang tersebut kembali menelepon rumahku dan mengembalikan KTP dan Kartu Perpusku.

HAALOO,, SANG PENEMU KTP KU.. JIKA KAMU MEMBACA BLOG KU..
AYOO SEGERA HUBUNGI AKU.. KTP KU TAK KAN BERGUNA JIKA DITANGANMU..

SIAPAKAH DIRIMU? **katanya mahasiswa baru UI Depok**
SALAM KENAL YAA.. hehe

Supir Angkot

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Hari itu, **aku lupa tanggalnya** seperti biasa aku pulang dengan si Oren K 02. Tidak ada yang berbeda dari angkot yang aku naiki. Seperti biasa, jika aku penumpang pertama yang naik angkutan tersebut, aku akan memilih tempat duduk yang berada tepat dibelakang pak supir. Hmm,, karena kadang suaraku tidak terdengar hingga telinga pak supir jika aku duduk terlalu belakang. **kan bisa ngetok ndri**.

Si K 02 ini emang nge-tem di tempat aku turun dari bus 63. Ya, menunggu hingga angkutannya penuh, baru deh tancap gas. Nah, yang istimewa itu terjadi saat aku menunggu angkutan itu penuh. Aku mendengar percakapan pak supir dengan penumpang (seorang ibu muda dan anaknya) di sebelah supir. **aku tidak menguping, karena mereka berbicara kencang, dan mereka tau aku menyimak obrolan mereka,hehe**

Sang ibu: nak, jangan mainin itu.
Anaknya: **mainin gigi mobil angkot**
Sang ibu: awas itu panas, sini dipangku aja ya.
Anaknya: **tetep main-main dengan perkakas mobil**
Supir: **kayanya supirnya gemes juga sama anak kecil itu dan gemes juga angkotnya ga penuh-penuh** umurnya berapa ini?
Sang Ibu: (maav kawan aku lupa yang bagian ini)
Supir: Kalo udah gede jangan jadi supir Angkot ya nak,
Sang Ibu: Bapaknya udah supir angkot, ya kepalang nasib juga
Supir: Jadi supir angkot susah, capek. Mending jadi pegawai negeri aja deh, biar ga susah hidupnya
Sang Ibu: iya, ini bapaknya aja susah.

Ya intinya itu sebuah harapan seorang supir angkot agar anak-anak kecil yang sedang tumbuh, bisa menggapai cita-citanya, tidak bekerja seperti sang supir.

Hayoo,, apakah kita sudah bersyukur??
Punya Ayah dan Ibu yang dengan susah payah menyekolahkan kita hingga jenjang perguruan tinggi. Pasti dibenak orang tua kita juga sama dengan apa yang pak supir harapkan. Mereka ingin anaknya hidup lebih baik dari mereka. Mereka akan bekerja sekeras apapun agar anak meraka bisa hidup sukses.

Hayoo,, siapa yang masih suka males belajar?

**belajar apapun lhoo (yg bermanfaat pastinya)**
Apa kita tega mengecewakan orang tua kita?
Allah menitipkan kita kepada mereka, mereka berusaha membuat kita tumbuh besar dengan baik. Apa pantas kita menyakiti mereka?

Ayo,, syukuri apa yang kita punya!!

Belajar. Belajar. Belajar!! **dan tak lupa beramal tentunya**
Raihlah Cita-cita Tertinggi!!
Sayangi dan Bahagiakan orang tua kita.. Buatlah mereka Bangga..
Siapa lagi yang akan membuat bahagia orang-orang tua kita, kalo bukan anaknya sendiri??

---aku mencintaimu karena Allah,, mamaku dan ayahku---


Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). (Al An'am:151)

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaaf: 15)


Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)


--- Ilmu itu pemimpin, dan Amal adalah pengikutnya---

Wallahu a'lam bish shawab

Ide Brilian kah? ^^

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Hari ini aku berangkat pagi ke kampus, ya seperti biasa sekitar jam 6an, layaknya mau kuliah. Dan seperti biasa selalu tertidur di jalan. **ayah, aku mencintaimu karena Allah.. kau tak pernah memarahiku karena selalu tertidur dijalan**. Sampai di kampus, segera ke tempat biasa aku menyendiri.. Yuhu,, aku punya ‘basecamp’ di kampusku yang walaupun sungguh luar biasa kecil. **hehe** Di sana aku ‘bermain’ laptop sambil menunggu pleno Dentolympic jam 9. Tak perlu kuceritakan apa yang kulakukan selama menunggu pleno itu. Setelah Pleno menyelesaikan tugas-tugas yang lain.

Lalu sekitar pukul 13.00 diajak nonton MERANTAU sama ibu aristyani. Hmm, berhubung aku kemarin ninggalin dia sendirian ke pelangi, **afwan ristyku sayang** jadi aku mau menemaninya menonton film minangkabau itu. Film itu penuh dengan hikmah.
**jangan tanyakan padaku, film itu bagus atau tidak, karena aku selalu mencoba menarik hikmah positif dari setiap film yang kutonton**.

Sebagian hikmah dari film Merantau yang dapat diambil:
1. Setiap perbuatan itu dilihat dari niatnya, hasil yang akan kau dapat ya sesuai niat awalmu
2. Silat/Bela diri itu untuk kebaikan. Bukan sekedar gaya-gayaan atau pengen ngalahin orang.
3. Hidup itu untuk menegakkan kebenaran, menyebarkan kebaikan. Harus berani melawan keburukan/kejahatan
4. Hidup di Jakarta itu butuh perjuangan dan kekuatan.
5. Sesulit apapun kondisi kita, tetap ingat izzah kita sebagai seorang muslim, *seorang perempuan*
6. Sayangilah Keluargamu, ibumu, ayahmu, saudara-saudaramu
7. dan hikmah yang lainnya
8. *oya, jadi pengen punya suami yang bisa bela diri --> mengutip perkataan risty.. hehe
**kalo aku,, setidaknya bisa ngelindungin/ngejagain aku..**

LANJUT..
Itu bukan inti dari tulisanku. Setelah dari TIM, ke kampus lagi, mampir ke ARH. Lalu, perjalanan pulangpun dimulai. Sebelumnya aku mau jelasin rute perjalanan pulangku beserta kendaraan dan ongkosnya.

RUTE menuju rumah indri:
Dari pintu UI Salemba yang deket ARH ----- naik jembatan----- naik Bus Patas AC 63 menuju Tol Bekasi Barat* (6500)-----Turun di Pertigaan Pekayon, Pom Bensin Petronas-----naik K 02 (2500/3000)-----berhenti di depan komplek-----jalan kaki-----nyampe deh di rumah tembok kuning

*bisa juga naik Patas AC 122/112 (6500)----turun di Tol Jatibening-----naik apapun ke Tol Bekasi Barat (3000). Sebenernya bisa juga naik 9A -->tapi trauma karena hampir jatoh

Nah,, udah kebayang khan rutenya.
**tenang, menyenangkan kok perjalanan ke rumahku. Buktinya aku tetap bertahan.**

Tadi, Alhamdulillah yang tiba duluan di depan mata ku itu si Bus Patas AC 63. Ya seperti biasa, karena ini bus satu-satunya menuju bekasi barat yang lewat di salemba, jadi penuh gimana gtu. Dan aku pun berdiri. **tenang, indri dah biasa kok**. Tidak lama setelah aku berdiri, tiba-tiba bapak-bapak di deket saya, menawarkan tempat duduknya. Subhanallah,, baiknya bapak itu. **secara bapaknya emang mau turun,hehe**. Beberapa lama diperjalanan, pak kenek **gimana sih tulisannya?** menagih ongkos. Aku pun memberikan uang yang ada dipinggir tas ku, kembalian beli minum tadi. Nah, udah tuh dikasih duidnya. Trus meriksa dompet donk, mau nyiapin ongkos buat kendaraan selanjutnya.

Apakah Anda tau teman-teman?
Di dompet kecil berbentuk nanas berwarna kuning, tempat saya meletakkan uang untuk ongkos perjalanan saya, hanya bersisa 4 buah koin 500 perak, 1 buah koin 100 perak dan 2 buah permen kopi. Berarti Totalnya 2100, sedangkan ongkos saya selanjutnya itu 3000, ya kalo lagi ketemu angkot yang baik jadi 2500, yang pasti ga mungkin 2000. Trus saya meriksa dompet kuning kesayangan saya yang sudah buluk dan berubah warna. Hanya tersisa uang besar. Hyaa,, kayanya mesti dipecahin dulu nih. Tapi berhubung bingung dan males mecahin duid, tercetuslah ide brilian.

Apakah ide brilian itu??
Aku ga mau mendzalimi si angkot dengan menbayar kurang, jadi aku memutuskan untuk berjalan kaki sampai tempat dimana ongkosnya hanya 2000. hahaha
Ya lebih tepatnya (bagi yang tau daerah bekasi), aku berjalan dari Pom Bensin Petronas sampai Naga Pekayon.
**tadinya mau sampe rumah aja sekalian, 11 kilo aja sanggup, sampai rumah Insya Allah sanggup, hehe**
Jadi inget perjalanan beberapa hari yang lalu, kalo beberapa hari yang lalu khan ada dena di sampingku, yang menyemangati aku. Kalo tadi sendirian, kaya orang bodoh, diliatin orang. Berkali-kali ditawarin angkot, ojek dll. Rasanya ingin berkata, “bang, kalo ongkosnya kurang, boleh ga?” hahaha.. dudul.

Ya begitulah perjalanan ku hari ini..
Subhanallah,, Allah langsung menberikan lahan untuk mengaplikasikan apa yang telah kudapatkan.
Jadi semakin diingatkan, bahwa kita harus memiliki kekuatan, kematangan dan kedewasaan secara ma’nawiah, fikriah, da’awiah dan jasadiah.

Rasulullah saw., bersabda:
“Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah swt. Daripada seorang mukmin yang lemah...”

Imam As-Syahid Hasan Al Banna dalam risalahnya secara eksplisit berkata: “
Kami menginginkan jiwa-jiwa yang hidup, kuat dan selalu muda. Hati yang baru senantiasa berkibar-kibar dan ruh yang selalu menggelora dan berobsesi untuk menuju cita-cita yang tinggi...”

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali Imran:146)

------Mengeluh dikala tertimpa bencana, merupakan bencana pula--------

Wallahu a’lam bish shawab

Sebiru Hari ini, teruntuk saudaraku Aravinda

Sebiru Hari Ini
by: Edcoustic

sebiru hari ini
birunya bagai langit terang benderang
sebiru hari kita bersama disini

seindah hari ini
indahnya bak permadani taman surga
seindah hati kita walau kita kan berpisah

bukankah hati kita telah lama menyatu
dalam tali kisah persahabatan ilahi
pegang erat tangan kita terakhir kalinya
hapus air mata meski kita kan berpisah

selamat jalan teman
tetaplah berjuang
semoga kita bertemu kembali
kenang masa indah kita sebiru hari ini

-----------------------------------------------------
http://www.4shared.com/file/95396835/e7360f0e/edCoustic_-_Sebiru_Hari_Ini.html?s=1
-----------------------------------------------------
teruntuk saudaraku, aravinda..

aku menyayangimu..
tak rela rasanya melepaskanmu..
aku tak mau kehilangan sebutir mutiara indah sepertimu..
kau telah pancarkan keindahan dirimu..
kau buktikan padaku seluruh kehebatanmu..
kau ajarkan padaku kehidupan..
mengapa secepat itu kau meninggalkanku?
aku masih ingin belajar banyak darimu, ukhtii..
rasanya,, ingin aku memarahimu..
ingin rasanya aku,, menganggap semua ini hanya mimpi belaka..
tapi aku sadar,,
aku ingat pesanmu,,
bahwa ALLAH pasti punya rencana lain..
selalu ada hikmah dari setiap kejadian..
manusia hanya bisa berencana, ALLAH yang maha berkehendak..
sekali lagi ingin kusampaikan,, "Aku mencintaimu, karena ALLAH, ukhtii.."

Mentari, Sebuah Cahaya Harapan akan Perubahan


Mentari menyala di sini
Di sini di dalam hatiku
Gemuruhnya sampai di sini
Di sini di urat darahku

Meskipun tembok yang tinggi mengurungku
Berlapis pagar duri sekitarku
Tak satu pun yang mampu menghalangiku
Menyala di dalam hatiku

Hari ini hari milikku
Juga esok masih terbentang
Dan mentari kan tetap menyala
Di sini di urat darahku


Sebuah potongan bait lagu yang berjudul Mentari. Lagu ini biasa dinyanyikan oleh
mahasiswa ketika dalam keadaan sempit dan mengharapkan sebuah cahaya
harapan akan perubahan. Sebuah perubahan yang niscaya dan tentu menjadi
sebuah idaman bagi semua umat manusia. Sebuah perubahan ke arah yang lebih
baik.

(dikutip dari buku RMDK bagian prolog)

*kalo mau denger lagunya versi jadul:
http://www.4shared.com/file/113192979/6bd5c2e3/Mentari__Asli_.html



[24:35] Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus {1040}, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) {1041}, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (AN NUUR (Cahaya) ayat 35)

[2:214] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya Pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya Pertolongan Allah itu amat dekat. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 214)

[13:11] Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(AR RA'DU (Petir) ayat 11)

Allah Maha Mengetahui :)


Ketika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia,,,
ALLAH tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih,,,
ALLAH sudah menghitung air matamu.

Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja,,,
ALLAH sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi,,,
ALLAH sudah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan,,,
ALLAH dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon,,,
ALLAH selalu berada disampingmu.

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang,,,
ALLAH mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya dan DIA telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas,,,
ALLAH tahu apa yang ada di depanmu dan DIA sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan,,,
ALLAH dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapanmu,,,
ALLAH sedang berbisik kepadamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi,,,
ALLAH sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban,,,
ALLAH telah tersenyum padamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur,,,
ALLAH telah meridhoimu.

Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap,,,
ALLAH tahu.

-sebuah tulisan di sebuah mading SMA 8 yang dituliskan oleh ROHIS 8 yang saya baca saat berkunjung ke 8, 21maret2009-

Antara Aku, Tarbiyah dan Dakwah

Aku adalah seorang anak perempuan yang dilahirkan di tengah keluarga yang bernuansa Islam secara cukup, bukan keluarga pejuang Islam tetapi bukan pula keluarga liberalis yang tidak menjunjung tinggi nilai keislaman. Orangtuaku bukan ustadz atau ustadzah yang pandai menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak-anaknya melalui dasar-dasa Islam yang jelas. Orangtuaku hanya mengajarkan ibadah-ibadah wajib dan nilai-nilai moral (yang mungkin sebenarnya mengadaptasi dari nilai-nilai islam itu sendiri). Orangtuaku, demokratis yang taat norma, anaknya dibiarkan memilih dengan menanamkan nilai tanggung jawab yang tinggi. Karena itulah, aku dan kakak-kakakku tidak pernah dilarang untuk melakukan ini dan itu. Tapi rasa tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan orang tua kami itulah yang membuat kami tidak ingin berbuat yang ‘aneh-aneh’. Kedua kakakku memiliki kepribadian Islam yang cukup kental. Kakakku yang perempuan terlihat “berjilbab lebar” dan kakakku yang laki-laki khas dengan “jenggot dan celana bahan agak ngatung”. Walaupun kita tahu, itu bukanlah ukuran tingkat keislaman seseorang. Berbeda dengan orangtuaku, kakakku hanya mengenalkan nilai-nilai keislaman melalui figur diri mereka masing-masing. Aku belajar banyak dari mengamati kehidupan mereka sehari-hari. Begitulah cara keluargaku membentuk keislaman pada diriku.

Seperti yang kita ketahui, kepribadian itu tidak hanya terbentuk dari keluarga tetapi juga lingkungan. Dan lingkungan yang paling berperan adalah lingkungan sekolah. Orangtuaku menitipkanku ke sekolah Alazhar (SD dan SMP). Alazhar merupakan sekolah Islam yang seperti kita ketahui tidak “se-Islami” yang kita harapkan. Mungkin karena itulah, aku tidak tergerak untuk belajar Islam lebih dalam ataupun menerapkan nilai-nilai Islam pada diriku, memakai jilbab misalnya. Lalu saat SMA demi mengejar cita-cita, aku masuk di SMA negeri yang kata orang-orang unggulan. Di lingkungan SMA negeri ini, aku semakin jauh dari nilai-nilai keislaman. Sekolah berlabel negeri, yang tentu saja nilai agama bukan nomor satu. Di SMA ini memang ada sebuah lembaga bernama Rohis, satu-satunya tempat ”teduh”, mengenal Islam yang sesungguhnya. Tetapi godaan (dan permintaan orang tua, pastinya) untuk menamatkan SMA hanya dua tahun, mendorongku hanya menghabiskan masa SMA dengan belajar. Dan sampai detik itupun, aku belum tersentuh tarbiyah. Walaupun ada program, seperti pesantren ramadhan yang mewajibkanku mengikuti sebuah kelompok mentoring. Itupun hanya satu kali saat pesantren tersebut dan memutuskan untuk tidak meneruskannya. Memang hidayah belum datang dan sepertinya aku tidak berusaha menjemput. Menyedihkan....

Aku pun melanjutkan perjalanan hidupku di perkuliahan bernama FKG UI. Aku tidak punya kawan lama di sini, tidak ada teman-teman SMAku yang masuk ke fakultas ini. Memang bukan hal sulit bagiku mendapatkan teman baru. Tapi, aku tidak ingin sembarang memilih teman. Salah satu bagaimana cara aku mendapatkan teman yang terbaik adalah dengan salah satu tekadku. Aku ingin menjadi mahasiswa yang aktif. Selain aku bisa mengenal banyak orang, aku juga bisa belajar banyak hal. Mungkin rasa kebosananku menghabiskan masa SMA hanya dengan belajar yang membuatku bertekad seperti itu. Dan karena itulah, aku begitu aktif mengikuti semua kegiatan, termasuk kajian Islam. Hingga suatu ketika aku mengikuti sebuah kajian bernama Salam Salemba. Di sinilah awal mula transformasi diriku. Aku memutuskan untuk mengenakan jilbab setelah menghadiri kajian ini. Tak perlu keceritakan bagaimana aku bisa memutuskan hal tersebut. Allah memang sedang memberi hidayah kepadaku, dan aku berusaha menjemputnya. Dari situlah aku mulai belajar Islam secara mendalam. Aku mulai bertanya hal-hal keislaman yang dulu tak pernah terpikirkan olehku. Dan akhirnya, akupun tersentuh tarbiyah. Aku mengikuti mentoring yang memang wajib untuk mahasiswa baru. Saat itupun kelompok mentoringku belum berjalan dengan baik, hanya beberapa kali mengadakan pertemuan. Tapi, Allah memang menyayangiku. Allah membuatku untuk bersemangat untuk mencari tahu bagaimana agar aku tetap mentoring dan membentuk kelompok baru. Karena kelompokku yang lama memang benar-benar jarang sekali mengadakan pertemuan dan seakan punah. Akhirnya, mentoring menjadi hal rutin ku setiap pekan.

Seiring jalannya waktu, aku mengenal banyak hal dan mendapatkan berbagai materi keislaman. Lalu timbul pertanyaan pada diriku, untuk apa ilmu-ilmu yang sudah kudapat?
Berdakwah! Kata yang tidak familiar jika ku dengar sekarang, tapi saat itu tentu aku tidak mengerti urgensi dakwah dan makna dakwah, aku hanya tahu kalau aku harus memberi ilmu-ilmu yang telah ku ketahui dan mengajak orang lain untuk belajar Islam. Dan aku bertekad melalui Dept. Syi’ar BPI lah aku bisa melakukan itu. Melalui syi’ar BPI lah, Allah memberikan perubahan-perubahan pada diriku. Dengan alasan ”kamu anak syi’ar lho, harus jadi teladan.” membuatku harus terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Aku semakin bersemangat belajar Islam, mungkin hal itulah yang membuat ku harus melalui suatu proses untuk berhijrah dari mentoring ke Liqo. Saat itu aku hanya berpikir bahwa dengan liqo aku bisa mendapatkan pelajaran Islam yang lebih mendalam. Suatu ketika, aku ditawarkan untuk mengikuti suatu proses agar aku dapat membina. Subhanallah, tugas yang berat. Tapi aku terpikirkan sebuah kata ”berdakwah!”, mungkin ini bisa menjadi bentuk dakwah yang lain. Berdakwah dalam Tarbiyah.

Kajian demi kajian, akhirnya aku menemukan suatu titik bahwa Islam itu menyeluruh. Islam tidak hanya mengatur tentang beribadah, tetapi semua aspek kehidupan. Sebuah paradigma yang salah, yang terbangun pada diriku bahwa Islam untuk mendapatkan ridha Allah hanya dari ibadah-ibadah khusus. Aku tersadarkan bahwa ada berbagai aspek yang harus kita capai, benahi dan jaga bersama. Aku pun memutuskan untuk melebarkan sayap dakwahku ke aspek-aspek yang tak pernah terpikirkan olehku. Visiku semakin meluas, aku tidak hanya ingin berdakwah untuk keluarga atau hanya untuk fakultas/kampusku tapi untuk bangsa dan negeriku (mungkin lebih luas lagi). Mungkin dengan ilmuku yang sekarang, aku belum bisa beramal secara luas. Aku masih memiliki banyak kekurangan. Perubahan, perbaikan, pembelajaran adalah proses hidup. Dengan tekadku yang kuat untuk mendapatkan ridha Allah, aku akan terus belajar, menimba ilmu sebanyak yang aku bisa dan beramal seluas yang dapat kujangkau selama hidup yang Allah beri kepadaku. Berilmu dengan Tarbiyah, beramal melalui Dakwah. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepadaku. Amin

Wallahu a’lam bish shawab
-Terimakasih kepada MR.ku atas tugas essay ini-