Bismillaahirrahmaanirrahiim
Kamis, 17 September 2009 Pukul 18.50 merupakan waktu keberangkatan pesawatku menuju Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Sebelum waktu itu tiba, banyak hal yang aku lewatkan dengan penuh hikmah yang dapat kupetik.
Rabu, 16 September 2009
Hari itu merupakan Hari Besar,, banyak hal yang harus aku lakukan pada hari itu.. Tapi entah kenapa, hanya 1 yang paling kuingat yaitu EVALUASI BESAR I METAMORFOSA. Pada hari itu aku harus mengumumkan IP rekan-rekan baruku di periode I metamorfosa dan tentunya juga Pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan beserta Punishment apa yang mereka dapatkan. Antara Senang, Sedih, Kecewa dan Marah.. semua melebur jadi 1.
Banyak hal yang harus diperbaiki, dievaluasi, dan dipelajari. Kami (Panitia) akan berusaha yang terbaik untuk membuktikan bahwa kami adalah generasi terbaik dan akan melahirkan generasi yang terbaik juga.
Selesai Evaluasi di pagi hari, aku bergegas praktikum Prostho.. hoo, sungguh beratnya hari itu.. aku berkali-kali ditolak oleh dosen. Kerjaanku rasanya selalu saja salah.. hmm,, mungkin kesabaranku sedang diuji.
Setelah Praktikum, aku bergegas pulang ke rumah. *mengherankan memang, siang-siang begitu aku sudah pulang ke rumah..
Seperti yang aku ceritakan diawal, momen yang aku ingat pada hari ini hanya Evaluasi, aku tidak ingat kalo sore ini ada acara BUKPUS FKGUI 2007, aku tidak ingat kalo malam ini aku akan bermalam di Bimantara. Sungguh aku sangat lupa, maka aku memutuskan untuk segera pulang untuk mempersiapkan segalanya.
Sesampai di rumah beres-beres dan menunggu mama pulang dari suatu tempat. Karena keasikkan beres-beres dan nge.net bentar, tidak terasa sudah pukul 15.30, dan aku belum mandi.. hohoho aku telat berangkat! +__+
Aku pun berangkat dari rumah sekitar pukul 16.30 lewat, nyampe halte bus sudah pukul 17.00 lewat (aku lupa kalo sore hari sungguh macet). Aku pun menunggu bus kesayanganku si 63 jurusan Pasar Baru (lewat salemba). Bukpus kali ini di rumah Andara, ya sekitar bilangan manggarai. Aku berencana naik 63 hingga kampus lalu naik bajaj sampai rumah Andara. Tapi apa mau dikata, bus 63 tidak kunjung datang. Berkali-kali aku perhatikan jam ku, sudah hampir setengah jam. Huhf.. kesabaranku diuji kembali. Akupun memutuskan menunggu 15 menit lagi, jika tidak kunjung datang, aku akan naik bus menuju cililitan (padahal Belem kebayang akan naik apa setelahnya). Ya, jalan saja.. Berbekal niat karena Allah, ku usahakan agar aku sampai ditempat tujuan.
Petualangan pun dimulai…..
Akhirnya, aku memutuskan naik bus P9BA menuju cililitan..
Ternyata cukup dekat dan lancar perjalanan menuju cililitan. Aku sudah sampai di cililitan dan turun di tempat kebanyakan orang-orang turun. Detik itu, aku pun belum tau aku akan naik apa. Aku mengikuti saja orang-orang didepanku melangkah. Aku pun memutuskan untuk menyeberang, naik kendaraan menuju Kampung Melayu (aku melihat banyak kendaraan biru, mungkin saja itu menuju Kampung Melayu). Aku perhatikan kendaraan biru yang berlalu-lalang, berbagai nomor terpampang di kaca depan mobilnya. Aku semakin bingung. Dan terlebih lagi tidak ada yang menuju Kampung Melayu. Aku tak mau menyerah, bisa saja aku memberhentikan taxi, tapi aku bertekad tidak akan menyerah. Tiba-tiba aku melihat kendaraan biru bernomor 06A menuju jatinegara. Ya, lumayan lah.. daerah yang masih ku kenal.
Kuperhatikan jalanan, aku tak tau kendaraan ini akan berhenti dimana, dan dengan apa aku harus melanjutkan perjalananku. Yang ku lihat saat itu, stasiun jati negara. Aku berharap kendaraan ini meneruskan perjalanannya menuju kampung melayu. Ternyata, kendaraan ini belok berlawanana arah dengan kampung melayu. Aku pun memutuskan turun, dan naik kendaraan apapun menuju arah kampung melayu.
Ini sudah kendaraan ke-4 ku, mikrolet berwarna biru pula tapi berbeda nomor (aku tidak perhatikan nomor kendaraan yang ku naiki). Adzan pun berkumandang diiringi getaran handphone dari sang sahabat yang cemas dimana keberadaanku, karena aku tak kunjung sampai.
Akhirnya...
Kampung Melayu ku gapai..
Syukur Alhamdulillah, aku sudah berada di daerah yang ku kenal.
Saatnya melanjutkan perjalanan. Sebelum aku bergegas, aku membeli sebotol minum untuk membatalkan puasaku. Hmm,, tak jadi buka puasa bersama di rumah Andara, aku justru buka puasa ditengah jalan dengan baju penuh bau asap. Tak apa, sungguh berkah yang kurasakan...
Selanjutnya aku memutuskan naik bajaj menuju Manggarai rumah Andara...
Aku hampir tersesat, karena sungguh aku tidak tahu dimana itu rumah Andara. Berbekal nekad dan sedikit info dari sang sahabat, aku pun sampai di rumah Andara.
Alhamdulillah ya Rabb...
Sungguh luar biasa perjalananku..
Tapi aku bahagia masih diberi kesempatan merasakan nikmatnya perjalanan..^^
--------------------------to be continued------------------------
Kamis, 17 September 2009 Pukul 18.50 merupakan waktu keberangkatan pesawatku menuju Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Sebelum waktu itu tiba, banyak hal yang aku lewatkan dengan penuh hikmah yang dapat kupetik.
Rabu, 16 September 2009
Hari itu merupakan Hari Besar,, banyak hal yang harus aku lakukan pada hari itu.. Tapi entah kenapa, hanya 1 yang paling kuingat yaitu EVALUASI BESAR I METAMORFOSA. Pada hari itu aku harus mengumumkan IP rekan-rekan baruku di periode I metamorfosa dan tentunya juga Pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan beserta Punishment apa yang mereka dapatkan. Antara Senang, Sedih, Kecewa dan Marah.. semua melebur jadi 1.
Banyak hal yang harus diperbaiki, dievaluasi, dan dipelajari. Kami (Panitia) akan berusaha yang terbaik untuk membuktikan bahwa kami adalah generasi terbaik dan akan melahirkan generasi yang terbaik juga.
Selesai Evaluasi di pagi hari, aku bergegas praktikum Prostho.. hoo, sungguh beratnya hari itu.. aku berkali-kali ditolak oleh dosen. Kerjaanku rasanya selalu saja salah.. hmm,, mungkin kesabaranku sedang diuji.
Setelah Praktikum, aku bergegas pulang ke rumah. *mengherankan memang, siang-siang begitu aku sudah pulang ke rumah..
Seperti yang aku ceritakan diawal, momen yang aku ingat pada hari ini hanya Evaluasi, aku tidak ingat kalo sore ini ada acara BUKPUS FKGUI 2007, aku tidak ingat kalo malam ini aku akan bermalam di Bimantara. Sungguh aku sangat lupa, maka aku memutuskan untuk segera pulang untuk mempersiapkan segalanya.
Sesampai di rumah beres-beres dan menunggu mama pulang dari suatu tempat. Karena keasikkan beres-beres dan nge.net bentar, tidak terasa sudah pukul 15.30, dan aku belum mandi.. hohoho aku telat berangkat! +__+
Aku pun berangkat dari rumah sekitar pukul 16.30 lewat, nyampe halte bus sudah pukul 17.00 lewat (aku lupa kalo sore hari sungguh macet). Aku pun menunggu bus kesayanganku si 63 jurusan Pasar Baru (lewat salemba). Bukpus kali ini di rumah Andara, ya sekitar bilangan manggarai. Aku berencana naik 63 hingga kampus lalu naik bajaj sampai rumah Andara. Tapi apa mau dikata, bus 63 tidak kunjung datang. Berkali-kali aku perhatikan jam ku, sudah hampir setengah jam. Huhf.. kesabaranku diuji kembali. Akupun memutuskan menunggu 15 menit lagi, jika tidak kunjung datang, aku akan naik bus menuju cililitan (padahal Belem kebayang akan naik apa setelahnya). Ya, jalan saja.. Berbekal niat karena Allah, ku usahakan agar aku sampai ditempat tujuan.
Petualangan pun dimulai…..
Akhirnya, aku memutuskan naik bus P9BA menuju cililitan..
Ternyata cukup dekat dan lancar perjalanan menuju cililitan. Aku sudah sampai di cililitan dan turun di tempat kebanyakan orang-orang turun. Detik itu, aku pun belum tau aku akan naik apa. Aku mengikuti saja orang-orang didepanku melangkah. Aku pun memutuskan untuk menyeberang, naik kendaraan menuju Kampung Melayu (aku melihat banyak kendaraan biru, mungkin saja itu menuju Kampung Melayu). Aku perhatikan kendaraan biru yang berlalu-lalang, berbagai nomor terpampang di kaca depan mobilnya. Aku semakin bingung. Dan terlebih lagi tidak ada yang menuju Kampung Melayu. Aku tak mau menyerah, bisa saja aku memberhentikan taxi, tapi aku bertekad tidak akan menyerah. Tiba-tiba aku melihat kendaraan biru bernomor 06A menuju jatinegara. Ya, lumayan lah.. daerah yang masih ku kenal.
Kuperhatikan jalanan, aku tak tau kendaraan ini akan berhenti dimana, dan dengan apa aku harus melanjutkan perjalananku. Yang ku lihat saat itu, stasiun jati negara. Aku berharap kendaraan ini meneruskan perjalanannya menuju kampung melayu. Ternyata, kendaraan ini belok berlawanana arah dengan kampung melayu. Aku pun memutuskan turun, dan naik kendaraan apapun menuju arah kampung melayu.
Ini sudah kendaraan ke-4 ku, mikrolet berwarna biru pula tapi berbeda nomor (aku tidak perhatikan nomor kendaraan yang ku naiki). Adzan pun berkumandang diiringi getaran handphone dari sang sahabat yang cemas dimana keberadaanku, karena aku tak kunjung sampai.
Akhirnya...
Kampung Melayu ku gapai..
Syukur Alhamdulillah, aku sudah berada di daerah yang ku kenal.
Saatnya melanjutkan perjalanan. Sebelum aku bergegas, aku membeli sebotol minum untuk membatalkan puasaku. Hmm,, tak jadi buka puasa bersama di rumah Andara, aku justru buka puasa ditengah jalan dengan baju penuh bau asap. Tak apa, sungguh berkah yang kurasakan...
Selanjutnya aku memutuskan naik bajaj menuju Manggarai rumah Andara...
Aku hampir tersesat, karena sungguh aku tidak tahu dimana itu rumah Andara. Berbekal nekad dan sedikit info dari sang sahabat, aku pun sampai di rumah Andara.
Alhamdulillah ya Rabb...
Sungguh luar biasa perjalananku..
Tapi aku bahagia masih diberi kesempatan merasakan nikmatnya perjalanan..^^
--------------------------to be continued------------------------

1 comments:
Hmm, subhanallah iii..
Ternyata, perjalananmu begitu dahsyat ya?
Insya allah, ntr akan dibalas koq..
Amin...
Post a Comment