Ide Brilian kah? ^^

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Hari ini aku berangkat pagi ke kampus, ya seperti biasa sekitar jam 6an, layaknya mau kuliah. Dan seperti biasa selalu tertidur di jalan. **ayah, aku mencintaimu karena Allah.. kau tak pernah memarahiku karena selalu tertidur dijalan**. Sampai di kampus, segera ke tempat biasa aku menyendiri.. Yuhu,, aku punya ‘basecamp’ di kampusku yang walaupun sungguh luar biasa kecil. **hehe** Di sana aku ‘bermain’ laptop sambil menunggu pleno Dentolympic jam 9. Tak perlu kuceritakan apa yang kulakukan selama menunggu pleno itu. Setelah Pleno menyelesaikan tugas-tugas yang lain.

Lalu sekitar pukul 13.00 diajak nonton MERANTAU sama ibu aristyani. Hmm, berhubung aku kemarin ninggalin dia sendirian ke pelangi, **afwan ristyku sayang** jadi aku mau menemaninya menonton film minangkabau itu. Film itu penuh dengan hikmah.
**jangan tanyakan padaku, film itu bagus atau tidak, karena aku selalu mencoba menarik hikmah positif dari setiap film yang kutonton**.

Sebagian hikmah dari film Merantau yang dapat diambil:
1. Setiap perbuatan itu dilihat dari niatnya, hasil yang akan kau dapat ya sesuai niat awalmu
2. Silat/Bela diri itu untuk kebaikan. Bukan sekedar gaya-gayaan atau pengen ngalahin orang.
3. Hidup itu untuk menegakkan kebenaran, menyebarkan kebaikan. Harus berani melawan keburukan/kejahatan
4. Hidup di Jakarta itu butuh perjuangan dan kekuatan.
5. Sesulit apapun kondisi kita, tetap ingat izzah kita sebagai seorang muslim, *seorang perempuan*
6. Sayangilah Keluargamu, ibumu, ayahmu, saudara-saudaramu
7. dan hikmah yang lainnya
8. *oya, jadi pengen punya suami yang bisa bela diri --> mengutip perkataan risty.. hehe
**kalo aku,, setidaknya bisa ngelindungin/ngejagain aku..**

LANJUT..
Itu bukan inti dari tulisanku. Setelah dari TIM, ke kampus lagi, mampir ke ARH. Lalu, perjalanan pulangpun dimulai. Sebelumnya aku mau jelasin rute perjalanan pulangku beserta kendaraan dan ongkosnya.

RUTE menuju rumah indri:
Dari pintu UI Salemba yang deket ARH ----- naik jembatan----- naik Bus Patas AC 63 menuju Tol Bekasi Barat* (6500)-----Turun di Pertigaan Pekayon, Pom Bensin Petronas-----naik K 02 (2500/3000)-----berhenti di depan komplek-----jalan kaki-----nyampe deh di rumah tembok kuning

*bisa juga naik Patas AC 122/112 (6500)----turun di Tol Jatibening-----naik apapun ke Tol Bekasi Barat (3000). Sebenernya bisa juga naik 9A -->tapi trauma karena hampir jatoh

Nah,, udah kebayang khan rutenya.
**tenang, menyenangkan kok perjalanan ke rumahku. Buktinya aku tetap bertahan.**

Tadi, Alhamdulillah yang tiba duluan di depan mata ku itu si Bus Patas AC 63. Ya seperti biasa, karena ini bus satu-satunya menuju bekasi barat yang lewat di salemba, jadi penuh gimana gtu. Dan aku pun berdiri. **tenang, indri dah biasa kok**. Tidak lama setelah aku berdiri, tiba-tiba bapak-bapak di deket saya, menawarkan tempat duduknya. Subhanallah,, baiknya bapak itu. **secara bapaknya emang mau turun,hehe**. Beberapa lama diperjalanan, pak kenek **gimana sih tulisannya?** menagih ongkos. Aku pun memberikan uang yang ada dipinggir tas ku, kembalian beli minum tadi. Nah, udah tuh dikasih duidnya. Trus meriksa dompet donk, mau nyiapin ongkos buat kendaraan selanjutnya.

Apakah Anda tau teman-teman?
Di dompet kecil berbentuk nanas berwarna kuning, tempat saya meletakkan uang untuk ongkos perjalanan saya, hanya bersisa 4 buah koin 500 perak, 1 buah koin 100 perak dan 2 buah permen kopi. Berarti Totalnya 2100, sedangkan ongkos saya selanjutnya itu 3000, ya kalo lagi ketemu angkot yang baik jadi 2500, yang pasti ga mungkin 2000. Trus saya meriksa dompet kuning kesayangan saya yang sudah buluk dan berubah warna. Hanya tersisa uang besar. Hyaa,, kayanya mesti dipecahin dulu nih. Tapi berhubung bingung dan males mecahin duid, tercetuslah ide brilian.

Apakah ide brilian itu??
Aku ga mau mendzalimi si angkot dengan menbayar kurang, jadi aku memutuskan untuk berjalan kaki sampai tempat dimana ongkosnya hanya 2000. hahaha
Ya lebih tepatnya (bagi yang tau daerah bekasi), aku berjalan dari Pom Bensin Petronas sampai Naga Pekayon.
**tadinya mau sampe rumah aja sekalian, 11 kilo aja sanggup, sampai rumah Insya Allah sanggup, hehe**
Jadi inget perjalanan beberapa hari yang lalu, kalo beberapa hari yang lalu khan ada dena di sampingku, yang menyemangati aku. Kalo tadi sendirian, kaya orang bodoh, diliatin orang. Berkali-kali ditawarin angkot, ojek dll. Rasanya ingin berkata, “bang, kalo ongkosnya kurang, boleh ga?” hahaha.. dudul.

Ya begitulah perjalanan ku hari ini..
Subhanallah,, Allah langsung menberikan lahan untuk mengaplikasikan apa yang telah kudapatkan.
Jadi semakin diingatkan, bahwa kita harus memiliki kekuatan, kematangan dan kedewasaan secara ma’nawiah, fikriah, da’awiah dan jasadiah.

Rasulullah saw., bersabda:
“Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah swt. Daripada seorang mukmin yang lemah...”

Imam As-Syahid Hasan Al Banna dalam risalahnya secara eksplisit berkata: “
Kami menginginkan jiwa-jiwa yang hidup, kuat dan selalu muda. Hati yang baru senantiasa berkibar-kibar dan ruh yang selalu menggelora dan berobsesi untuk menuju cita-cita yang tinggi...”

“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali Imran:146)

------Mengeluh dikala tertimpa bencana, merupakan bencana pula--------

Wallahu a’lam bish shawab

3 comments:

emang ins.. ga ada aku ga rame banget kan.. :P

 

ya ampun,, i,, dena ngambekk
haha,, ntar kita ajakin deh,,
makasih ya sayang... muach!!

 

kalo aku baca, komentar kalian koq ga saling nyambung ya,,
*kayanya sih aku yg salah nangkep..hehe

"emang ins.. ga ada aku ga rame banget kan.. :P" --> aku kira ini maksudnya pas aku jalan kaki sendirian,,

tapi..

"ya ampun,, i,, dena ngambekk
haha,, ntar kita ajakin deh,," --> kalo ini berarti maksudnya pas lagi nonton ya..

jadi yg bener yang mana? *indri kebanyakan mikir,, haha ga penting deh..