Day 4 - Mudik ke NTB

20 September 2009

Allahu akbar,, Allahu Akbar...
LEBARAN TIBA..
Mohon Maaf Lahir Batin semuanyaaaa..... ^^
Maafkan segala kesalahan ku yang disengaja ataupun yang ga di sengaja ya..
Aku sudah memaafkan kesalahan kalian semua...


Hari ini, hari Idul Fitri. Suasana suka cita tergambar di setiap wajah seluruh umat Islam termasuk aku. Aku berbalut gamis ungu, dengan rok ungu (pasti bingung deh, gamis koq pake rok.. kapan-kapan aku perlihatkan bajunya, sekalian aku promosikan sebagai barang dagangan ku.. hehe) dan jilbab ungu siap shalat Ied di lapangan depan rumah nenek. Hwaa,, bahagia rasanyaaa.... aku merasakan kembali shalat Ied dilapangan itu. Lapangan itu sungguh ramai sekali. Semua orang begitu bersemangat menyambut hari yang fitri ini. Hari itu khotbah ied tentang godaan setan, ya macam-macam godaan setan hingga berujung pada hikmahnya idul fitri. Sungguh luar biasa,, tak bisa ku gambarkan kebahagiaanku.

Setelah shalat Ied, nenek mengadakan open house. *ini sih istilah aku saja, soalnya banyak sekali yang berkunjung ke rumah nenek. Aku juga kurang paham, kenapa banyak yang ke rumah nenek. Tapi aku rasa nenek dulu adalah orang penting di kota ini. Subhanallah...

Saking banyaknya yang berkunjung,
aku semakin sulit membedakan mana saudara mana bukan saudara, mana oom mana keponakan,, hwaaa... semua sudah campur aduk.. keluargaku memang keluarga yang sungguh sangat amat besaaar... saking besarnya,,, smua orang udah jadi sodara..

Setiap orang yang datang,, mama selalu memperkenalkan diriku,, ”ini anak saya yang bungsu, calon dokter gigi.. kakak-kakaknya sudah menikah, dokter juga.. saya hampir mau punya cucu” hohoho,, dan aku hanya tersenyum sajaa..

Ada pula yang berkomentar,, ”
wah sudah besar ya,, ini sudah pantas untuk menikah ya..”
Aku rasa ini efek gamis yang ku kenakan... hehehe
*jadi seneng pake gamis --> kesimpulan yang salah,ndrii..

Ada pula yang berkomentar,, ”cantik nya kamu.” --> kalo yang ini komentar yang sangat aku senangi… ahahahahaha norak.mode: ON

Open House pun selesai. Selanjutnya nenek mengajak ku pergi berziarah ke makam kakek. Saat ini, nenek ku yang tersisa hanya satu. Nenek dari mamaku. Nenek dan kakek dari ayahku telah meninggal. Nenek ku agak kesuliatan dalam melangkah, kakinya sakit. Jadi, membutuhkan kekuatan besar untuk naik mobil, maka ayahku yang membantu nenekku untuk bergerak.

Saat berjalanan di pemakaman, aku menggandeng nenek ku, saat itulah nenek ku memberikan pesan kepadaku,,
(kurang lebih seperti ini) :
“ayah mu itu orang hebat, orang baik. Sulit mendapatkan lelaki seperti ayahmu.”
Hwaa,,, Subhanallah… aku bangga memiliki ayah sepertimu...
Ayahku memang orang hebat… kalo aku mndengar cerita perjuangan ayah… hal-hal yang telah ayah perbuat.. memang sungguh luar biasa…

Tak heran aku ingin calon suami ku minimal seperti ayahku…
Sangat berprinsip,, pekerja keras, penyayang, sabar dan berbagai sikap baiknya..
*haii,, calon suamikuu… belajar dari ayah yaaa….. ^^ aku yakin kamu juga the best!!


Setelah berziarah dan berkunjung ke rumah sanak saudara, waktunya kami (aku, ayah dan mama) bersiap-siap menuju desa Rai oi – SAPE. Ini adalah kampung halaman ayahku. Tempat ayahku dibesarkan dan berjuang hidup. Saat itu mama tampak buru-buru dan ribet sendiri. Entah apa yang beliau kejar. Mungkin beliau cemas dengan komentar dari orang-orang. Akhirnya keluarlah quote indah dari ayah,,
“jadi orang itu harus punya prinsip. Kalo sudah punya prinsip, apa kata orang ya gausah dipikirin..”

Betul betul betul (gaya ala ipin upin)
Aku sepakat banget sama ayah…
*aku jadi teringat, alasanku kenapa tidak menerimanya..
ya prinsip itu,, aku punya prinsip…
ya,, maklum lah anak muda.. idealisnya lagi memuncak.. ^^

Sebelum perjalanan ku ke SAPE dimulai..
Aku dipanggil nenek dan diajak berbicara dengan nya..
Begini pesan nenek:
“mencari orang baik jaman sekarang itu sulit,ndrii.. baik-baik ya di sape.. senyum.. mengobrol..”

Aku tau betul apa maksud nenek.
Hiks,, rasanya aku ingin menangis..
Ya menangis,, itulah yang selalu kuperbuat saat aku tidak bisa berkata apa-apa..
Saat aku bingung harus menjawab apa..
Saat batin ku rasanya tidak sepakat…

Ya saat itu aku hanya tersenyum dan berkata “iya, nek..”
Aku tak tahu apa yang harus aku komentari..

Akan aku jawab segala keterdiamanku di tulisanku setelah ini..
Aku berdo’a semoga semuanya mengertii…. :)

---------------------------------- to be continued ---------------------------------

0 comments: