Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Hari itu, **aku lupa tanggalnya** seperti biasa aku pulang dengan si Oren K 02. Tidak ada yang berbeda dari angkot yang aku naiki. Seperti biasa, jika aku penumpang pertama yang naik angkutan tersebut, aku akan memilih tempat duduk yang berada tepat dibelakang pak supir. Hmm,, karena kadang suaraku tidak terdengar hingga telinga pak supir jika aku duduk terlalu belakang. **kan bisa ngetok ndri**.
Si K 02 ini emang nge-tem di tempat aku turun dari bus 63. Ya, menunggu hingga angkutannya penuh, baru deh tancap gas. Nah, yang istimewa itu terjadi saat aku menunggu angkutan itu penuh. Aku mendengar percakapan pak supir dengan penumpang (seorang ibu muda dan anaknya) di sebelah supir. **aku tidak menguping, karena mereka berbicara kencang, dan mereka tau aku menyimak obrolan mereka,hehe**
Sang ibu: nak, jangan mainin itu.
Anaknya: **mainin gigi mobil angkot**
Sang ibu: awas itu panas, sini dipangku aja ya.
Anaknya: **tetep main-main dengan perkakas mobil**
Supir: **kayanya supirnya gemes juga sama anak kecil itu dan gemes juga angkotnya ga penuh-penuh** umurnya berapa ini?
Sang Ibu: (maav kawan aku lupa yang bagian ini)
Supir: Kalo udah gede jangan jadi supir Angkot ya nak,
Sang Ibu: Bapaknya udah supir angkot, ya kepalang nasib juga
Supir: Jadi supir angkot susah, capek. Mending jadi pegawai negeri aja deh, biar ga susah hidupnya
Sang Ibu: iya, ini bapaknya aja susah.
Ya intinya itu sebuah harapan seorang supir angkot agar anak-anak kecil yang sedang tumbuh, bisa menggapai cita-citanya, tidak bekerja seperti sang supir.
Hayoo,, apakah kita sudah bersyukur??
Punya Ayah dan Ibu yang dengan susah payah menyekolahkan kita hingga jenjang perguruan tinggi. Pasti dibenak orang tua kita juga sama dengan apa yang pak supir harapkan. Mereka ingin anaknya hidup lebih baik dari mereka. Mereka akan bekerja sekeras apapun agar anak meraka bisa hidup sukses.
Hayoo,, siapa yang masih suka males belajar?
Si K 02 ini emang nge-tem di tempat aku turun dari bus 63. Ya, menunggu hingga angkutannya penuh, baru deh tancap gas. Nah, yang istimewa itu terjadi saat aku menunggu angkutan itu penuh. Aku mendengar percakapan pak supir dengan penumpang (seorang ibu muda dan anaknya) di sebelah supir. **aku tidak menguping, karena mereka berbicara kencang, dan mereka tau aku menyimak obrolan mereka,hehe**
Sang ibu: nak, jangan mainin itu.
Anaknya: **mainin gigi mobil angkot**
Sang ibu: awas itu panas, sini dipangku aja ya.
Anaknya: **tetep main-main dengan perkakas mobil**
Supir: **kayanya supirnya gemes juga sama anak kecil itu dan gemes juga angkotnya ga penuh-penuh** umurnya berapa ini?
Sang Ibu: (maav kawan aku lupa yang bagian ini)
Supir: Kalo udah gede jangan jadi supir Angkot ya nak,
Sang Ibu: Bapaknya udah supir angkot, ya kepalang nasib juga
Supir: Jadi supir angkot susah, capek. Mending jadi pegawai negeri aja deh, biar ga susah hidupnya
Sang Ibu: iya, ini bapaknya aja susah.
Ya intinya itu sebuah harapan seorang supir angkot agar anak-anak kecil yang sedang tumbuh, bisa menggapai cita-citanya, tidak bekerja seperti sang supir.
Hayoo,, apakah kita sudah bersyukur??
Punya Ayah dan Ibu yang dengan susah payah menyekolahkan kita hingga jenjang perguruan tinggi. Pasti dibenak orang tua kita juga sama dengan apa yang pak supir harapkan. Mereka ingin anaknya hidup lebih baik dari mereka. Mereka akan bekerja sekeras apapun agar anak meraka bisa hidup sukses.
Hayoo,, siapa yang masih suka males belajar?
**belajar apapun lhoo (yg bermanfaat pastinya)**
Apa kita tega mengecewakan orang tua kita?
Allah menitipkan kita kepada mereka, mereka berusaha membuat kita tumbuh besar dengan baik. Apa pantas kita menyakiti mereka?
Ayo,, syukuri apa yang kita punya!!
Apa kita tega mengecewakan orang tua kita?
Allah menitipkan kita kepada mereka, mereka berusaha membuat kita tumbuh besar dengan baik. Apa pantas kita menyakiti mereka?
Ayo,, syukuri apa yang kita punya!!
Belajar. Belajar. Belajar!! **dan tak lupa beramal tentunya**
Raihlah Cita-cita Tertinggi!!
Sayangi dan Bahagiakan orang tua kita.. Buatlah mereka Bangga..
Siapa lagi yang akan membuat bahagia orang-orang tua kita, kalo bukan anaknya sendiri??
---aku mencintaimu karena Allah,, mamaku dan ayahku---
Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). (Al An'am:151)
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaaf: 15)
Raihlah Cita-cita Tertinggi!!
Sayangi dan Bahagiakan orang tua kita.. Buatlah mereka Bangga..
Siapa lagi yang akan membuat bahagia orang-orang tua kita, kalo bukan anaknya sendiri??
---aku mencintaimu karena Allah,, mamaku dan ayahku---
Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya). (Al An'am:151)
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Al Ahqaaf: 15)
Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)
--- Ilmu itu pemimpin, dan Amal adalah pengikutnya---
Wallahu a'lam bish shawab

0 comments:
Post a Comment