Teliti Aibmu Sendiri -- Mari Perbaiki Diri!

Teliti Aibmu Sendiri
(dipetik dari buku "Orang Bijak Berkata - Kumpulan Nasehat Sepanjang masa" oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus - Terbitan Taman Ilmu)


Hasan Al Bashri berkata;

"Engkau tidak akan memperoleh hakikat iman selama engkau mencela seseorang dengan sebuah aib yang ada pada dirimu sendiri. Perbaikilah aibmu, baru kemudian engkau perbaiki orang lain.
Setiap kau perbaiki satu aibmu, maka akan tampak aib lain yang harus kau perbaiki. Akhirnya kau sibuk memperbaiki dirimu sendiri. Dan sesungguhnya, hamba yang paling dicintai Allah adalah dia yang sibuk memperbaiki dirinya sendiri."

Sepanjang sejarah kehidupan manusia, tidak ada hari seperti hari kiamat dimana aib terbuka dan mata menangis.*

--- ---- ----

*) Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, Ad-Da'watuttaammaah, Darul Haawii, cet.2, 1993, hal.226-227.

Sebuah Pengakuan dan Jawaban atas Keterdiamanku

Apa kalian tau,,
yang ku cari bukan sekedar orang baik..
Tapi,, orang yang juga satu visi denganku..

Aku tau betul bahwa mencari orang baik itu sulit..
dan mencari orang yang satu visi pun juga sulit..

Tapi aku yakin,,
Allah pasti memberikan yang terbaik buatku..
Dan aku berdoa,,
Allah akan memberikan pangeran seperti itu kepadaku..

Apa kalian tau,,
Aku punya visi jauh ke depan..
tentu perlu dukungan penuh dari pendamping hidupku..

Pendamping hidup bagiku bukan sekedar aku menikah lalu selesai sampai di situ,,
atau sekedar menyatukan dua keluarga..

Tapi lagi-lagi aku tekankan,,
kami menyatukan visi hidup..

Setelah menikah bukan lagi visiku, visimu..
tapi visi kita.. visimu dan visiku melebur menjadi satu..


Pintu hatiku belum ku buka..
dan belum juga ku tutup..

Belum ada penolakan..
Belum juga ada penerimaan..

Jika fikroh kita bertentangan,,
tentu akan jadi pertimbangan untuk terjadi suatu penolakan..


Maaf kan diriku atas segala tindakan yang menyakitkan..

aku hanya lah seorang manusia,,
yang mencoba belajar menjadi lebih baik dan dewasa..

wallahu a'lam..
ku serahkan semua padaNYA
ya Allah,, hanya ridhoMU yang ku carii..

"Jawaban atas Tekanan yang Membuatku Terdiam"
Bima-Minggu,20.09.09
-saat idealisku memuncak-

*somoga kalian mengerti ya..

*buat calon pangeranku,, keep istiqamah ya! ^^
aku setia menunggu mu untuk berjuang bersama-sama di jalanNYA..

(bingung? sengaja! disarankan baca blog sebelum-sebelumnya)

Day 4 - Mudik ke NTB

20 September 2009

Allahu akbar,, Allahu Akbar...
LEBARAN TIBA..
Mohon Maaf Lahir Batin semuanyaaaa..... ^^
Maafkan segala kesalahan ku yang disengaja ataupun yang ga di sengaja ya..
Aku sudah memaafkan kesalahan kalian semua...


Hari ini, hari Idul Fitri. Suasana suka cita tergambar di setiap wajah seluruh umat Islam termasuk aku. Aku berbalut gamis ungu, dengan rok ungu (pasti bingung deh, gamis koq pake rok.. kapan-kapan aku perlihatkan bajunya, sekalian aku promosikan sebagai barang dagangan ku.. hehe) dan jilbab ungu siap shalat Ied di lapangan depan rumah nenek. Hwaa,, bahagia rasanyaaa.... aku merasakan kembali shalat Ied dilapangan itu. Lapangan itu sungguh ramai sekali. Semua orang begitu bersemangat menyambut hari yang fitri ini. Hari itu khotbah ied tentang godaan setan, ya macam-macam godaan setan hingga berujung pada hikmahnya idul fitri. Sungguh luar biasa,, tak bisa ku gambarkan kebahagiaanku.

Setelah shalat Ied, nenek mengadakan open house. *ini sih istilah aku saja, soalnya banyak sekali yang berkunjung ke rumah nenek. Aku juga kurang paham, kenapa banyak yang ke rumah nenek. Tapi aku rasa nenek dulu adalah orang penting di kota ini. Subhanallah...

Saking banyaknya yang berkunjung,
aku semakin sulit membedakan mana saudara mana bukan saudara, mana oom mana keponakan,, hwaaa... semua sudah campur aduk.. keluargaku memang keluarga yang sungguh sangat amat besaaar... saking besarnya,,, smua orang udah jadi sodara..

Setiap orang yang datang,, mama selalu memperkenalkan diriku,, ”ini anak saya yang bungsu, calon dokter gigi.. kakak-kakaknya sudah menikah, dokter juga.. saya hampir mau punya cucu” hohoho,, dan aku hanya tersenyum sajaa..

Ada pula yang berkomentar,, ”
wah sudah besar ya,, ini sudah pantas untuk menikah ya..”
Aku rasa ini efek gamis yang ku kenakan... hehehe
*jadi seneng pake gamis --> kesimpulan yang salah,ndrii..

Ada pula yang berkomentar,, ”cantik nya kamu.” --> kalo yang ini komentar yang sangat aku senangi… ahahahahaha norak.mode: ON

Open House pun selesai. Selanjutnya nenek mengajak ku pergi berziarah ke makam kakek. Saat ini, nenek ku yang tersisa hanya satu. Nenek dari mamaku. Nenek dan kakek dari ayahku telah meninggal. Nenek ku agak kesuliatan dalam melangkah, kakinya sakit. Jadi, membutuhkan kekuatan besar untuk naik mobil, maka ayahku yang membantu nenekku untuk bergerak.

Saat berjalanan di pemakaman, aku menggandeng nenek ku, saat itulah nenek ku memberikan pesan kepadaku,,
(kurang lebih seperti ini) :
“ayah mu itu orang hebat, orang baik. Sulit mendapatkan lelaki seperti ayahmu.”
Hwaa,,, Subhanallah… aku bangga memiliki ayah sepertimu...
Ayahku memang orang hebat… kalo aku mndengar cerita perjuangan ayah… hal-hal yang telah ayah perbuat.. memang sungguh luar biasa…

Tak heran aku ingin calon suami ku minimal seperti ayahku…
Sangat berprinsip,, pekerja keras, penyayang, sabar dan berbagai sikap baiknya..
*haii,, calon suamikuu… belajar dari ayah yaaa….. ^^ aku yakin kamu juga the best!!


Setelah berziarah dan berkunjung ke rumah sanak saudara, waktunya kami (aku, ayah dan mama) bersiap-siap menuju desa Rai oi – SAPE. Ini adalah kampung halaman ayahku. Tempat ayahku dibesarkan dan berjuang hidup. Saat itu mama tampak buru-buru dan ribet sendiri. Entah apa yang beliau kejar. Mungkin beliau cemas dengan komentar dari orang-orang. Akhirnya keluarlah quote indah dari ayah,,
“jadi orang itu harus punya prinsip. Kalo sudah punya prinsip, apa kata orang ya gausah dipikirin..”

Betul betul betul (gaya ala ipin upin)
Aku sepakat banget sama ayah…
*aku jadi teringat, alasanku kenapa tidak menerimanya..
ya prinsip itu,, aku punya prinsip…
ya,, maklum lah anak muda.. idealisnya lagi memuncak.. ^^

Sebelum perjalanan ku ke SAPE dimulai..
Aku dipanggil nenek dan diajak berbicara dengan nya..
Begini pesan nenek:
“mencari orang baik jaman sekarang itu sulit,ndrii.. baik-baik ya di sape.. senyum.. mengobrol..”

Aku tau betul apa maksud nenek.
Hiks,, rasanya aku ingin menangis..
Ya menangis,, itulah yang selalu kuperbuat saat aku tidak bisa berkata apa-apa..
Saat aku bingung harus menjawab apa..
Saat batin ku rasanya tidak sepakat…

Ya saat itu aku hanya tersenyum dan berkata “iya, nek..”
Aku tak tahu apa yang harus aku komentari..

Akan aku jawab segala keterdiamanku di tulisanku setelah ini..
Aku berdo’a semoga semuanya mengertii…. :)

---------------------------------- to be continued ---------------------------------

Day 3 - Mudik ke NTB

Sabtu, 19 September 2009
The last fasting – malam Takbiran

Hari ini bangun sahur seperti biasa. Bedanya aku sudah berada di rumah nenek, sahur bersama nenek dan saudara-saudara. Hari ini aku belum tau akan melakukan apa. Ya, aku iseng-iseng aja coba internet, kali aja bisa. Ternyata bisa, tapi agak ngadat-ngadat gimana gtu.

Pukul 08.00 wita, mama memintaku untuk segera mandi. Aku, mama, ayah dan tante osi akan menjemput sepupuku di bandara. Sepupu dari ayahku, ia anak dari adik ayahku. Pukul 10.00 wita, kami sudah tiba di bandara. Satu jam kami menunggu, sepupuku baru sampai. Per-usil-an pun muncul. Aku hanya bisa bersabar. Ya Allah.... *maaf aku tidak bisa menjelaskannya lebih detail

Sesampai di rumah, per-usil-an makin terlihat jelas. *maaf aku menggunakan kata per-usil-an, karena bagiku itu tindakan usil tante-tanteku

Hmm,, yang ku syukuri dan membuatku terharu adalah perkataan mama dan ayah.
*kayanya semua keluarga ku lupa kalo aku ngerti bahasa bima*

Intinya adalah
”semua terserah indri, ga bisa dipaksain”

Alhamdulillah ya Allah, bersyukurnya aku mempunyai mama dan ayah seperti mereka. Aku tak khan menyia-yiakan kepercayaan mereka, kan ku pilihkan pangeran terbaik dimuka bumi ini. *Amin ya Allah.. (hai pangeranku, kelak tunjukkan pada mereka bahwa kamu menyayangi mereka seperti aku menyayangi mereka.^^)

Sore hari, keluargaku dan keluarga tante nur, pergi membeli madu. Bima itu khas dengan madunya yang sangat enak dan berkhasiat. *ada yang mau titip beli?
Kami pergi ke rumah pedagang madu, teman dari tante marfuah. Hmm,, tertarik juga jadinya aku menjadi saudagar madu. Hehe (jiwa.dagang.mode: ON)

Setelah itu kami, bergegas ke Rumah untuk bersiap-siap berbuka puasa.
Hwaa, ini puasa terakhir. Sedih juga rasanya ditinggal bulan Ramadhan.
Aku hanya berdo’a kelak aku dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan dan aku mndapatkan kemenangan idul Fitri yang hakiki di hari esok.
Pada malam hari, ayah dan mama mengajak ku pergi ke rumah mertua kak ita. *FYI, suaminya kak ita orang bima juga, tapi kalo istrinya aa orang jawa* --> kebayang donk, aku harus berkaca pada siapa? Atau membuat inovasi baru? (ngomong apa c, ndrii)

Setelah ke rumah mertua kak ita, kami mampir ke rumah tante marfuah. Awalnya, ragu apakah beliau ada di rumah atau tidak. Rumah sepi, dipanggil tidak ada yang nyaut. Akhirnya, ditelpon dan ada orang lah di dalam. Saat berkunjung ke rumah tante marfuah, ada 1 hikmah yang bisa aku ambil. Dan semakin bersyukur diriku, memiliki mama dan ayah seperti mereka.

Begini ceritanya, tante marfuah memiliki anak perempuan seorang mahasiswa yogyakarta bernama anna. Ia cerita bahwa dilarang untuk berpergian. Aku tau kecemasan apa yang ada dipikiran ibunya. Ibunya menyuruh dia untuk belajar saja, tidak boleh pergi ke mana-mana. Saat liburan hanya boleh pulang kampung ke bima, tidak boleh ke Surabaya ataupun Jakarta.

Hmm,, berkaca pada diriku. Aku sering menginap di sana dan di sini. Aku sering pulang malam. Aku sering menghabiskan hari sabtu dan minggu untuk kegiatan di luar. Tapi aku tak pernah dilarang. Sungguh luar biasa kepercayaan mereka. Satu hal yang selalu aku lakukan adalah selalu memberitahukan kemana dan kegiatan apa yang akan aku lakukan. Kepercayaan! Itulah yang terpenting. Ketika mereka yakin anaknya tidak akan berbuat macam-macam, maka tak ada rasa kecemasan yang muncul.

Alhamdulillah ya Rabb,,
Lindungilah mereka,,
Berilah mereka kesehatan,,
aku ingin mereka melihat kesuksesanku menjadi seorang dokter gigi,,
aku ingin mereka melihat cucu-cucu yang dilahirkan dari rahimku..

ya Allah,, berikan aku kesempatan untuk membahagiakan mereka... ^^


------------------------ to be continued ----------------------------------

Day 2 - Mudik ke NTB

18 September 2009

Puasa hari ini, aku tidak ikut sahur. Maklum jam 00.00 WITA saat sampai di rumah oom, kami disuguhi makanan. Jadi, aku memutuskan makan ku saat itu adalah sahurku. Mama dan Ayah tetap bangun untuk sahur, tapi tubuhku terkapar di tempat tidur menolak untuk bangun. Aku pun meneruskan tidurku.

Pagi-pagi sekali pukul 05.30 WITA, kami harus segera meninggalkan rumah untuk berangkat ke terminal. Kami akan berangkat pukul 07.00 WITA menuju Bima dengan bus Surabaya Indah. Aku belum tahu seperti apa bus itu. Aku pernah 1 kali naik bus dari Bima menuju Mataram dengan Bus Langsung Indah. Bus Langsung Indah cukup Ok, aku tidak merasakan seperti naik bus. Kami pun menunggu di bawah pohon sambil mengobrol. Dan ternyata bus baru datang pukul 08.00 WITA.

Bus Surabaya Indah pun datang. Bus itu tidak lebih baik dari bus 63 yang biasa ku naiki. Ikhlas dan sabar itu kunci nya. Mungkin hanya terlihat buruk saja bus nya, mungkin perjalanan ku akan sangat menyenangkan dengan bus ini.

Dengan berbekal do’a kami pun berangkat. Hmm,, ternyata dugaanku benar. Bus ini sungguh buruk. Segala bentuk guncangan terasa saat perjalanan. Bus ini ternyata memang Bus kelas ekonomi berbeda dengan Langsung Indah. Ya, Bismillah.. Semoga kami selamat sampai tujuan.

Hmm,, untuk menghindari mabuk, dan memang dasar aku nya keboo,, sepanjang perjalanan aku tidur. Karena tidak ada yang dapat ku lakukan selain itu, karena guncangan sungguh dahsyat. Jalan berkelok kelok, kanan kiri kanan kiri.. hohoho Mabook... kadang sekali-sekali ku terbangun karena posisiku yang mengganggu sepupuku-manda yang juga tertidur di samping ku. Dan kadang terbangun pula karena sang supir tetap menaiki penumpang padahal kursi sudah full. Jadi, penumpang yang baru, ia suruh berdiri. *Bis antar kota macam apa ini? Koq seperti Bis dalam kota yang sering ku naiki. Sabar.. Sabar.. Sabar..

Hwaa,, Subhanallah perjalanan ku kali ini.. Jujur, sungguh melelahkan..

Akhirnya, Kami sampai di Pelabuhan. Kami akan bertolak ke Pulau Sumbawa. *ingat mataram itu berada di pulau Lombok, sedangkan Bima ada di Pulau Sumbawa*
Kami bergegas turun dari bis. Bis sungguh semakin sumpek dipenuhi para penjual nanas dan nasi. Hello, apa kalian tau kami sedang berpuasa? *Hayoo,, sabar!! ^^

Kapal Ferry!! Iya, kami naik kapal Ferry. Kami menunggu di ruang tunggu AC yang katanya bebas rokok tapi sempet ada yang ngerokok. Orang Indonesia koq begitu ya.
Oya, ada pengamen kapal lhoo. Dan bedanya mereka tuh ber5-an gitu, jadi ramai. Seru deh pokoknya. Trus tiba-tiba ada seorang pria maju ke depan menjelaskan bagaimana kondisi kapal dan penggunaan pelampung. Ya seperti pramugari di pesawat-pesawat. Awalnya aku heran, berkali-kali aku naik kapal ferry, ga ada tuh yang nerangin kaya gini. Ternyata eh ternyata, dia bukan petugas kapal. Ia penjual barang keliling. Tapi kawan, bahasa yang ia pergunakan sungguh baik, sangat persuasif. Aku perhatikan sekelilingku, dan semua orang dengan serius memperhatikan dia. Berarti dia berhasil menarik perhatian para penumpang. Ayahku saja membeli satu barang dari dia yaitu keranjang baju kotor yang bisa dilipat jadi kecil seharga 10.000 rupiah. Wah, hebat hebat!! d^^b (2jempol untuk pria itu)

Pemandangan di luar sana sungguh indah. Hamparan laut biru, awan putih dan pegunungan yang tandus. Rasanya aku ingin berdiri di pinggir kapal, untuk menyaksikan lebih dekat alam ciptaan Allah. Tapi apa daya, perutku sudah berguncang-guncang, ku putuskan untuk tidur saja.

Kringggg Kringggg (bel kapal berbunyi tanda akan mendarat)
Kami pun bergegas berdiri menuju tangga. Kami harus kembali ke Bus. Dan aku kembali bersiap untuk tidur. *maav ya aku tidur terus, karena sungguh tak ada yang bisa kulakukan selain itu. Kalian harus merasakan bagaimana pusingnya naik bus itu*

Sudah pukul 13.00 WITA, bus pun berhenti di sebuah rumah makan. Tentunya kami turun bukan untuk makan, tapi shalat dzuhur dan Ashar. Mushola nya sungguh kecil, akupun meminta izin sang mpunya restoran untuk shalat di dalam kamar. Yuhu, proposal diterima! *ternyata, sudah ada yang lebih dulu shalat dikamar, yaitu seorang wanita bercadar.

Kami melanjutkan perjalanan. Tidak ada sesi istirahat lagi. Kami akan terus melaju hingga terminal Bima. Hwaa,, masih sungguh jauh dan jalanan pun semakin berkelok-kelok. Mual oh Mual. Penumpang yang lain sudah ada yang berhasil mengeluarkan isi perutnya lewat mulut. Alhamdulillah, perutku masih aman. Mungkin dari kecil aku sudah terbiasa diajak bermual-mual sama mama dan ayah, jadi sudah kebal. Hehe

Aku pun tertidur pulas. Aku berharap saat aku terbangun, kami sudah sampai di Bima. Tapi tiba-tiba bus kami berhenti. Ada apa ini? Hoho.. Ban bis kami bocor.. Bahaya oh bahaya. Pak supir pun segera mengganti ban. Beberapa penumpang turun sambil menikmati panorama pulau Sumbawa yang tandus. Hoo,, gunung dan bukit di sini sangat tandus, hanya warna coklat yang kulihat.


Kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Bima pukul 20.00 WITA

Alhamdulillah,, sampai jugaa...
Berasa perjalanan 3 hari...
Lama sekali...
Tidak sampai-sampai...

Kami dijemput oleh saudara-saudara kami menuju rumah nenek umi (Ibu dari mamaku). Sesampai di sana, salam sana salam sini. Hohoho senangnya bertemu sanak sodara...
Selesai beres-beres dan menunaikan kewajiban, kami langsung memesan bakso depan rumah nenek yang mantap sekali!! Aku namakan Bakso Nenek. Aku juga heran kenapa baksonya enak banget, kayanya sih sama aja. Tapi setiap aku pulang kampung, hampir tiap hari makan bakso itu. Hehe

Sudah larut malam, kami bergegas istirahat. Masih ada hari esok, yang kuyakini pasti menyenangkan dan mengandung banyak hikmah.

Tunggu ceritaku di hari esok ya... ^^

--------------------------- to be continued --------------------------------------------------

Day 1 - Mudik ke NTB

(masih) 17 September 2009
Sekitar Pukul 14.30 aku dijemput oleh aa, sudah bersama ayah dan mama. Kami bergegas menuju bandara. Saat di bandara kami bertemu dengan rombongan tante nur dan keluarga. Kami harus "check in" (ini bukan c istilahnya, lupa ni saya ;p) pukul 17.00, tapi pukul 16.00, kami sudah tiba di bandara.

Hwaa,, ternyata barang bawaan keluarga ku banyak sekali (maklum ga ikut packing, jadi baru tau pas dibandara). Kami membawa 3 tas koper (berisi pakaian kami), 1 tas besar sekali (entah apa isinya, mungkin oleh-oleh buat orang sana), dan 4 buah tentengan plastik (aku rasa ini isinya makanan untuk kami berbuka nanti). Kami kerepotan sendiri. Maklum tak ada anak lelaki lagi di keluarga kami. Kalo dulu yang selalu bantu ayah untuk angkat-angkat barang adalah si aa. Tapi aa ga ikut, jadi ayah angkat-angkat sendiri, sesekali aku bantu (maklum tubuh kecil begini, diragukan oleh ayah dan mama untuk angkat-angkat barang..hehe). Mungkin solusi terbaik adalah aku harus segera mencari pendamping hidup. *NGACO!!! Hehe

Setelah menimbang barang dan memasukan barang di bagasi, kami bergegas shalat Ashar. Hmm,, sudah lama juga aku tidak ke bandara. Aku khan sekarang anak terminal dan stasiun (apa sih ga nyambung). Kami menunggu di ruangan A5, sungguh penuh ruangan itu. Tapi Alhamdulillah, ada seseorang wanita yang memberikan kursi kepadaku. Segala tujuan keberangkatan ada di ruangan itu. Aku mendengar ada keberangkatan menuju pontianak, kupang, denpasar dan lain-lain. Subhanallah, indonesia sungguh luas ya..

Pesawat kami baru berangkat pukul 18.50, ya masih cukup lama, waktu berbuka pun belum kunjung datang. Aku menghabiskan waktuku dengan si kitab kuning.

Tak terasa juga, sudah waktu berbuka. Mama langsung mempersiapkan makan untuk kami. Ternyata benar, plastik-plastik yang kami tenteng itu berisi makanan berbuka kami, yaitu nasi putih, ayam panggang, terong sambel ijo, kurma, jeruk, air mineral. Hwaa,, lengkap. Satu hal yang perlu ku beritahu, kalo urusan makan keluargaku nomor 1 deh. Kalo travel kemana pun pasti perbekalan makanannya selalu banyak. Hohoho

Kasarnya, kami keluarga doyan makan! ^^v

Selesai makan, kami bergegas shalat maghrib. Dan kembali duduk di ruang tunggu.
Dan tiba-tiba........

Ii: ma, itu kaya temen indri..
Ii: siapa ya,,
Mama: yang mana?
Ii: itu yang pake jilbab
Mama: (seperti biasa dengan frontal oksipital) dek, anak UI ya?

Si perempuan itu pun nengok dan terkejut sambil menghampiri ku.. dan cipika cipiki.. ^^

Dia: indri......
Dia: mau ke mana?
Ii: mau ke mataram
Dia: aku juga mau ke mataram
Ii: kamu asli mataram?
Dia: iya, orang tuaku di sana?
Ii: kamu merantau? PMDK ya?
Dia: iya..
Ii: hebat (dalam hati, berdecak kagum.. PMDK.. subhanallah...)
Dia: orang tua mu di sana?
Ii: engga.. ini aku pergi sama mama dan ayah.. yang di sana nenek..
Mama: tinggal dimana?
Dia: Praya
Ii: (dimana ya itu?) *terdiam*
Ii: koq ga bilang-bilang kalo orang NTB (pernyataan yang bodoh!)

Ya singkat cerita, begitu lah percakapan ku dengan AGIS, seorang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2007. Sungguh tidak disangka-sangka, aku satu pesawat dengan temanku yang juga orang NTB. Hohoho

“kepada penumpang dengan nomor penerbangan ******* dengan tujuan keberangkatan Jakarta-Mataram, berpindah ke ruangan A3”

Kami pun langsung berdiri dan bergegas ke sana..
Bismillah.. kami pun naik pesawat..
Seperti biasa dikendaraan, aku selalu tertidur sampai tak terasa waktunya pesawatku untuk landing.

Ya Allah,, rasanya aku diperbatasan hidup dan mati..
Landingnya sungguh kasar..
Aku deg-deg.an sekali..
Mungkin sudah lama jantungku tidak bermain di dufan atau naik pesawat..
Betapa memalukannya aku sampai-sampai aku menggenggam tangan mamaku..
Aku sungguh deg-deg.an..


SELAMAT DATANG DI INDONESIA BAGIAN TENGAH!
SELAMAT DATANG DI NUSA TENGGARA BARAT!

Hmm,, aku sudah berada di daerah yang 1 jam lebih cepat dari Jakarta.
Saat itu sudah pukul 23.00 WITA (kurang lebih ya, soalnya ga liat jam).
Kami dijemput oleh oom Taufik (kakak dari mamaku), kami akan bermalam di rumahnya, pagi-pagi sekali aku akan berangkat menuju kampungku yang sebenarnya yaitu Bima-NTB. Apa kalian tau, kami naik apa? Naik BUS selama 12 jam..hohoho saya kira saya naik pesawat lagi. Ternyata kata mama, pesawatnya mahal.

Penasaran gimana rasanya 12 jam di dalam BUS?
Tunggu ya di tulisan saya berikutnya... ^^
----------------------------------- to be continued -----------------------------------------

Before 'The Day' - Mudik ke NTB #2

LANJUTKAN! *udah selesai deh kayanya kampanye nya.. ;p

Sesampai di rumah Andara, semua orang sudah selesai melakukan shalat maghrib berjama’ah. Sedihnya, kau melewatkan momen itu. Aku pun bergegas mengambil air wudhu dan shalat. Saat aku sampai ada surprise cake untuk Mandy dan Ari. Sungguh bahagianya aku menjadi bagian dari 2007. Acara selanjutnya, makan-makan alias makan besar. Hwaa,, rasanya perutku kembung sekali karena sempat menghabiskan 1 botol teh. Karena aku telat datang, saat aku makan, sudah berganti acara. Sesi sharing! Hwa,, semua saran, kesan, pesan disampaikan disitu. Sungguh luar biasa angkatan 2007. aku menyayangi kalian semua.

Selanjutnya adalah acara Shalat Tarawih berjama’ah. Tapi entah kenapa semua orang pulang. Padahal masih sangat sore untuk pulang. Yang tersisa hanyalah KAMI, si genk i’tikaf Bimantara, yaitu Fairuz, Ditto, WR, Risty, Dena dan Aku. Saat shalat tarawih, adita juga ikut bergabung. Banyak hal-hal yang mengherankan saat berjama’ah tarawih. Kasarnya, banyak hal yang tidak dicontohkan Nabi tapi dilakukan oleh jama’ah tersebut. Ya Wallahu a’lam.. (mungkin ini akan jadi pembahasan sendiri saja)

Selesai shalat, kami siap-siap untuk pergi ke masjid Bimantara. Sambil menunggu para akhwat bersih-bersih, saya berbincang sedikit dengan ustad Fairuz. Perbincangan masih sama, seputar Jodoh, Cinta, Pernikahan. Ya semacam itulah, entah kenapa semakin sering dibahas, semakin menarik. Hehe Lain halnya dengan ditto dan WR, mereka justru menghabiskan waktu menunggu dengan nge.band. Maklum saja lah, mereka khan anak band. Hehe

Tak terasa sudah hampir pukul 22.00, kami pun bergegas berangkat. Saya, risty dan dena pergi bersama WR dan mobilnya. Sedangkan fairuz dengan ditto dan mobilnya. Saat diperjalanan, sungguh WR sangat humoris. Rasanya saya tak henti-hentinya tersenyum dan tertawa. Sampai-sampai saya berkata, ”WR.. kamu, aku bawa ke rumah saja ya.. rumah ku sepi..”

Sampailah saya di Bimantara..
Subhanallah...
Sungguh luar biasa, orang-orang berbondong-bondong datang untuk merasakan nikmatnya bermalam. Malam itu sedang ada kajian mengenai Sekulerisme oleh Ustad (saya lupa namanya). Menarik sekali. Dan sungguh berat pastinya pembahasan itu. Tapi saya rasa pembahasan ini memang sungguh penting. (mungkin ini akan menjadi tulisan yang menarik saya buat kelak)

Selesai kajian, jama’ah dipersilakan untuk tidur. Karena Qiyamul lail akan dimulai pukul 02.00. Sembari menunggu mengantuk, aku kembali membuka Kitab kuning itu, Al-Qur’an yang menemaniku sepanjang hari. Ku sempatkan melihat sekelilingku, semua orang sedang membaca Al-Qur’an.. Subhanallah...



Kamis, 17 September 2009
Aku pun tertidur....
Dan terbangun saat QL akan dimulai.

Sungguh mengantuk luar biasa. Tapi semua rasa itu hilang ketika ku ingat bahwa aku akan ber-cinta denganNYA. Sungguh khidmat QL ini, dengan lantunan ayat yang indah. Subhanallah.. Aku menangis......

Teringat semua kebesaranMU, semua nikmatMU..
Betapa banyak nikmat yang tak ku syukuri..
Betapa banyak dosa yang ku perbuat..
Ya Allah... aku mohon ampunanMU... T___T

Selesai QL, kami segera sahur dan melaksanakan shalat shubuh.
Pagi itu ada kajian shubuh. Kami tak sempat mendengarkannya.
Sedih rasanya..
Tapi kamu harus menghadiri perkuliahan pagi ini. Kami pun pulang ke rumah Andara untuk siap-siap dan beristirahat.

GAWAAAT!!
Kami (aku, dena, risty) telat bangun. Sudah pukul 07.45, kami belum bersih-bersih. Kami pun baru berangkat pukul 08.30. Syukur Alhamdulillah kami tidak telat.

Hari ini, hari terakhir kuliah sebelum lebaran. Dan hari terakhir aku menginjakkan Jakarta sebelum lebaran. Siang ini, aa akan menjemputku untuk mengantarkan aku, ayah dan mama ke Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum aku berangkat, banyak hal yang membuatku kecewa. Ya, lagi-lagi mengenai tingkah rekan muda ku..

kawan, maafkan aku jika aku belum sempurna membina kalian..
Tapi aku akan berusaha seoptimal yang aku bisa..
Tolong, dewasakan lah dirimu..
Terimalah apa yang kami berikan dengan lapang dada dan tangan terbuka..
Kami hanya menginginkan satu hal,
Kalian menjadi generasi terbaik penerus kami...

---------------------------------- to be continued ---------------------------------------

Before 'The Day' - Mudik ke NTB

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Kamis, 17 September 2009 Pukul 18.50 merupakan waktu keberangkatan pesawatku menuju Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Sebelum waktu itu tiba, banyak hal yang aku lewatkan dengan penuh hikmah yang dapat kupetik.

Rabu, 16 September 2009
Hari itu merupakan Hari Besar,, banyak hal yang harus aku lakukan pada hari itu.. Tapi entah kenapa, hanya 1 yang paling kuingat yaitu EVALUASI BESAR I METAMORFOSA. Pada hari itu aku harus mengumumkan IP rekan-rekan baruku di periode I metamorfosa dan tentunya juga Pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan beserta Punishment apa yang mereka dapatkan. Antara Senang, Sedih, Kecewa dan Marah.. semua melebur jadi 1.

Banyak hal yang harus diperbaiki, dievaluasi, dan dipelajari. Kami (Panitia) akan berusaha yang terbaik untuk membuktikan bahwa kami adalah generasi terbaik dan akan melahirkan generasi yang terbaik juga.

Selesai Evaluasi di pagi hari, aku bergegas praktikum Prostho.. hoo, sungguh beratnya hari itu.. aku berkali-kali ditolak oleh dosen. Kerjaanku rasanya selalu saja salah.. hmm,, mungkin kesabaranku sedang diuji.

Setelah Praktikum, aku bergegas pulang ke rumah. *mengherankan memang, siang-siang begitu aku sudah pulang ke rumah..
Seperti yang aku ceritakan diawal, momen yang aku ingat pada hari ini hanya Evaluasi, aku tidak ingat kalo sore ini ada acara BUKPUS FKGUI 2007, aku tidak ingat kalo malam ini aku akan bermalam di Bimantara. Sungguh aku sangat lupa, maka aku memutuskan untuk segera pulang untuk mempersiapkan segalanya.

Sesampai di rumah beres-beres dan menunggu mama pulang dari suatu tempat. Karena keasikkan beres-beres dan nge.net bentar, tidak terasa sudah pukul 15.30, dan aku belum mandi.. hohoho aku telat berangkat! +__+

Aku pun berangkat dari rumah sekitar pukul 16.30 lewat, nyampe halte bus sudah pukul 17.00 lewat (aku lupa kalo sore hari sungguh macet). Aku pun menunggu bus kesayanganku si 63 jurusan Pasar Baru (lewat salemba). Bukpus kali ini di rumah Andara, ya sekitar bilangan manggarai. Aku berencana naik 63 hingga kampus lalu naik bajaj sampai rumah Andara. Tapi apa mau dikata, bus 63 tidak kunjung datang. Berkali-kali aku perhatikan jam ku, sudah hampir setengah jam. Huhf.. kesabaranku diuji kembali. Akupun memutuskan menunggu 15 menit lagi, jika tidak kunjung datang, aku akan naik bus menuju cililitan (padahal Belem kebayang akan naik apa setelahnya). Ya, jalan saja.. Berbekal niat karena Allah, ku usahakan agar aku sampai ditempat tujuan.


Petualangan pun dimulai…..
Akhirnya, aku memutuskan naik bus P9BA menuju cililitan..
Ternyata cukup dekat dan lancar perjalanan menuju cililitan. Aku sudah sampai di cililitan dan turun di tempat kebanyakan orang-orang turun. Detik itu, aku pun belum tau aku akan naik apa. Aku mengikuti saja orang-orang didepanku melangkah. Aku pun memutuskan untuk menyeberang, naik kendaraan menuju Kampung Melayu (aku melihat banyak kendaraan biru, mungkin saja itu menuju Kampung Melayu). Aku perhatikan kendaraan biru yang berlalu-lalang, berbagai nomor terpampang di kaca depan mobilnya. Aku semakin bingung. Dan terlebih lagi tidak ada yang menuju Kampung Melayu. Aku tak mau menyerah, bisa saja aku memberhentikan taxi, tapi aku bertekad tidak akan menyerah. Tiba-tiba aku melihat kendaraan biru bernomor 06A menuju jatinegara. Ya, lumayan lah.. daerah yang masih ku kenal.

Kuperhatikan jalanan, aku tak tau kendaraan ini akan berhenti dimana, dan dengan apa aku harus melanjutkan perjalananku. Yang ku lihat saat itu, stasiun jati negara. Aku berharap kendaraan ini meneruskan perjalanannya menuju kampung melayu. Ternyata, kendaraan ini belok berlawanana arah dengan kampung melayu. Aku pun memutuskan turun, dan naik kendaraan apapun menuju arah kampung melayu.

Ini sudah kendaraan ke-4 ku, mikrolet berwarna biru pula tapi berbeda nomor (aku tidak perhatikan nomor kendaraan yang ku naiki). Adzan pun berkumandang diiringi getaran handphone dari sang sahabat yang cemas dimana keberadaanku, karena aku tak kunjung sampai.

Akhirnya...
Kampung Melayu ku gapai..
Syukur Alhamdulillah, aku sudah berada di daerah yang ku kenal.
Saatnya melanjutkan perjalanan. Sebelum aku bergegas, aku membeli sebotol minum untuk membatalkan puasaku. Hmm,, tak jadi buka puasa bersama di rumah Andara, aku justru buka puasa ditengah jalan dengan baju penuh bau asap. Tak apa, sungguh berkah yang kurasakan...

Selanjutnya aku memutuskan naik bajaj menuju Manggarai rumah Andara...
Aku hampir tersesat, karena sungguh aku tidak tahu dimana itu rumah Andara. Berbekal nekad dan sedikit info dari sang sahabat, aku pun sampai di rumah Andara.

Alhamdulillah ya Rabb...
Sungguh luar biasa perjalananku..
Tapi aku bahagia masih diberi kesempatan merasakan nikmatnya perjalanan..^^

--------------------------to be continued------------------------

Senyum Donk Fren! ^^v

Buat semua orang yang sedang cemberut karena lagi punya masalah..
ini ada lagu yang mungkin dapat menghibur anda sekalian..
Enjoy this song! ^^

=================================================



Senyum Dong Fren!
Album : Senyum Dong Fren
Munsyid : Justice Voice
http://liriknasyid.com



Intro:
Huuuuauuu huauuu woi ya ya... 2x

*Hari ini kumulai dengan ceria
Senyum sapa kepada semua orang
Ku ucap salam untukmu teman-teman
Oh semoga rahmat dan berkah-Nya terlimpah untuk semua

Reff 1:
123... ku langkahkan kakiku dengan Bismillah
Yakinlah hari ini begitu indah
456... ku lakukan apa yang baik kudapat
Oh... semuanya sangat indah...

Fren... ngapain kok kamu cemberut aje
You punya problem ya harus diselesaiin
Kalo cuma dipikir kamu bisa tambah pusing
Kalo kena migrain... duh aduh kepala sakitnya bukan main...

Reff 2:
123... selesaikan masalah tanpa masalah
Dengan amal dan hati tertuju pada-Nya
456... ingat semua adalah ujian dari-Nya
agar kamu makin dewasa...

interlude...
Huuauuu huaau woi ya ya... (fill ini "tepuk tangan")

back to *

Ending:
Hari ini kau makin ceria
Senyum sapa pada semua orang...
Hari ini kau makin dewasa
Senyum sapa pada semuanya...
Huuaauu huuaauu woi ya ya... 2x

Senyum Dong Fren!
karya: Asep JV
Arr.: Asep, Jusvan & JV
Vokal/Falset: Asep
Back Bariton: Faris, Backing 1: Eko P, Back 2: Faris, Back 3/Falset: Jusvan
Bass: Wiwied
[Tepuk tangan pilihan dengan alat atau bareng?]

========================================================

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
Surah Al-Ankabut ayat 2-3

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. "
Surah Al-Baqarah ayat 286

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."
Surah Al-Imran ayat 139

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
Surah Al-Baqarah ayat 45

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. "
Surah At-Taubah ayat 129