Hanya sebuah Jarak

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

JARAK,,
bukanlah nama tanaman (pohon jarak),,
Bukan pula sebuah minuman (arak),, hehe ^^

Ini sebuah kata,,

JARAK,,

Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Dalam fisika atau dalam pengertian sehari-hari, jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu (misalnya jarak tempuh antara Jakarta-Bandung). Dalam bidang matematika, jarak haruslah memenuhi kriteria tertentu. Berbeda dengan koordinat posisi, jarak tidak mungkin bernilai negatif. Jarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor. Jarak yang ditempuh oleh kendaraan (biasanya ditunjukkan dalam odometer), orang, atau obyek, haruslah dibedakan dengan jarak antara titik satu dengan lainnya.

Seperti itulah definisi JARAK yang kutemukan di id.wikipedia.org,,

Seringkali orang-orang menganggap JARAK menjadi sebuah permasalahan..

Jika aku boleh mengutip,, JARAK tidak mungkin bernilai negatif”..
Ada makna yang berbeda yang dapat kusimpulkan,,
Bahwasanya..
JARAK itu bukanlah suatu hal negatif,,
JARAK itu bukanlah suatu hambatan,,
JARAK itu bukan lah suatu permasalahan..

Jika aku boleh mengutip kembali,, JARAK adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu.”

Semakin jauh JARAK yang kau tempuh,,
maka semakin besar pengorbanan yang kau lakukan..

Itu hukum alam,, memang seperti itu adanya..

Bagiku JARAK bukan lah hambatan,,
JARAK adalah pelecut, cambuk, *atau apa lah istilahnya, yang menuntut ku agar lebih siap, lebih sigap, lebih kuat, lebih berjuang dan lebih ikhlas.

Seringkali orang-orang mengkhawatirkan atas jarak yang kutempuh,,
Seringkali orang-orang mempermasalahkan seberapa jauh jarak ku,,

Tapi kawan,, percayalah..
JARAK ini bukan hambatan bagiku..

Bukan lagi letih, lelah atau sakit yang kurasakan,, seperti pertanyaan yang selalu kau utarakan padaku..

Yang kurasakan saat ini,
Betapa aku bersyukur atas segala yang Allah berikan padaku,,
Termasuk jarak ini..

JARAK,,
Yang mengajarkanku arti sebuah perjuangan..
Yang mengajarkanku makna sebuah pengorbanan..
Yang mengajarkanku seperti apa “hidup” itu..
Yang mengajarkanku bagaimana mengabdi padaNYA..
Yang mengajarkanku bagaimana mensyukuri nikmatNYA..
Yang mengajarkanku sebuah kata ikhlas dan sabar..

Kawan,,
JARAK ini,,

Tak seberapa dengan apa yang aku dapatkan hingga hari ini..
Tak seberapa dengan apa yang dapat kupelajari hingga hari ini..
Tak seberapa dengan nikmat yang senantiasa ku rasakan hingga hari ini..

Sungguh tak seberapa kawan,,

Aku menikmati segala perjalananku..
Dengan penuh rasa syukur padaNYA..

Wallahu a’lam bish shawab
===============================================================
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An-Nisaa' (4): 100]


#SUDAH KAH KAMU BERSYUKUR?#


Nb:
Terimakasih buat siapapun yang pernah menemaniku menempuh perjalanan ini
Alhamdulillah, atas perjalanan bekasi-salemba-depok nya..

5 comments:

yaahhh.. ga bisa di-like this nih!! hoho.. subhanallah.. :)

*apeechless.. hehe,,
kamu salah satu akhwat nekat yang aku kenal.. :)

 

haha, betul sekali den,,
nekats,,,
ayo2,, ke rumahku makanya...
biarkan intuisimu menunjukkan jalannya,,,,

 

mau nangis bacanyaaa,,,huhu

jarak,,,
bagaimanapun, akhir-akhir ini sempat menjadi kata paling ampuh yang membuat kakiku terpaku ke bumi,
menyibukkan otakku dengan berbagai kalkulasi hingga tanpa kusadari waktu begitu cepat berlari

saat jarak semakin absurd dalam pandanganku,
antara rigiditas dan pledoi,,,
bantu aku berIman, bahwa jarak senantiasa bercerita dengan caranya

 

@aravinda:
*waduh penulis hebat mengomentari tulisanku.. (bahasanya tinggi2 amat deh ^^)

"bahwa jarak senantiasa bercerita dengan caranya"
ya, ini benar adanya.. jarak senantiasa bercerita dengan caranya.. :)

SEMANGAT ARAVINDA!
*oya, banyak2 bergaul sama sheli gih.. dia seperti kita, dengan prinsip:
"maa laa yadroku kulluhu walaa yatroku julluhu..."
sesuatu yang tidak bisa diambil semua, jangan dibuang atau ditinggal sama sekali

 

hoho,,,makasiiih,,,^^
kadang manusia sering lupa,
maka yang paling ia butuhnkan adalah peringatan

ingatkan aku,
saat aku mulai lalai memaknai jarak,,