Bismillaahirrahmaanirrahiim,,
#Ahad, 31 Januari 2010#
Hari ini adalah hari minggu. Ya, kalau kata orang-orang, ini merupakan hari kumpul bersama keluarga. Kalau kata ayahku, ini hari bermain tennis; kalau kata mamaku, ini hari memasak nasi goreng; kalo kata kakak2ku, ini hari menonton kartun, hehe ^^..
lalu kalo kataku..?? hari untuk beristirahat setelah beraktivitas 6hari dalam seminggu, pastinya. Tapi berhubung hari sabtu kemarin aku di rumah saja, berkumpul dengan keluarga dan memanjakan diri, aku merasa bersalah ketika hari minggu ini aku hanya berdiam diri di rumah. Dan ternyata aku memang sudah mengagendakan sesuatu di hari minggu ini, salah satunya adalah ikut acara bedah buku “Negeri 5 Menara” di Masjid Sunda Kelapa.
Aku janjian dengan teman-teman satu SMA ku pukul 08.00. Pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan bersiap2 untuk bergegas. Lagi-lagi, ayahku selalu ingin mengantarku, akupun menunggu beliau bersiap-siap (berhubung hari ini hujan, jadi ayahku tidak bermain tennis). Aku telat sampai di masjid sunda kelapa, bergegaslah aku menelpon sang ketua, yang mengajakku rapat pagi ini sebelum mengikuti bedah buku. Ternyata, dia belum sampai. Aku pun pergi berkeliling melihat masjid ini. Ya, ini pertama kalinya aku ke masjid ini (hehe, norak ya!). Ternyata, saat itu sedang ada kajian pagi oleh seorang ustad. Subhanallah, ramai sekali pagi ini.. ^^
Setelah menunggu cukup lama, ketua pun datang dan mengajakku menunggu di sekre Riska (Remaja Islam Sunda Kelapa). Waah,, suatu kehormatan bisa duduk-duduk di ruangan itu. Dan saat itu pula aku baru menyadari bahwa temanku itu sudah jadi “pejabat” di riska, gimana engga setiap orang yang masuk ke ruangan itu menyapanya dengan hangat. Sambil menunggu, aku melihat-lihat ruangan itu dengan semangat (tetap dengan kondisi duduk manis tentunya). Terbesit dalam hatiku, untuk bisa duduk di ruangan itu sebagai pengurus. Ya, aku memang sempat mendaftar via online, tapi ketika aku dihubungi agar datang ke sini untuk mendaftar ulang, tapi tiba-tiba aku ragu, nampaknya managemen waktuku belum bagus, takut mendzalimi riska atau organisasi yang lain. Huhu
Jam dinding di ruangan itu sudah menunjukkan pukul 09.45. Sudah cukup lama aku menunggu di sini, hingga aku sempat berbincang dengan teman si ketua dan ia memberikan ku sejumlah flyer seminar “pre-wedding”. *gubraak, makin diejek2 sama temen se-kampus kalo masuk2 kuliah bawa flyer beginian +__+. Hmm, nampaknya, sudah tidak ada kesempatan untuk mengadakan rapat. Karena kedua rekanku yang lainnya tidak kunjung datang, acara bedah bukunya pun akan segera dimulai.
Si ketua mengajakku ke tempat bedah buku tersebut, sambil menunjukkan dimana tempat akhwat bisa duduk menyimak bedah buku itu. Berhubung aku sendirian ke sunda kelapanya, berhubung aku paling ga bisa ikut acara begituan dengan ga ada teman diskusinya, dan berhubung aku si Sangunis yang SKSD *hehe*, aku melihat sekeliling para akhwat yang sedang duduk menunggu acara bedah buku itu, ya memang kebanyakan ibu-ibu dengan anaknya, aku sedang mencari satu target untuk kujadikan teman ku di acara hari ini. Ya, aku melihat seorang akhwat berjilbab pink sedang asik membaca buku.
“kayanya akhwat ini akan nyambung ngobrol denganku”, pikirku. Akupun menghampirinya, menyodorkan tangan dan cipika cipiki sambil berkata, “Assalamu’alaykum, aku indri”. Mulai dari situlah perkenalanku dimulai.
Perempuan cantik itu bernama Amila, seorang lulusan FKM UNDIP angkatan 2004 yang saat ini bekerja di BAPPENAS (depan sunda kelapa). Ia asli Pekanbaru dan anak bungsu sepertiku. Hmm,, aku tak salah memilih orang. Ia sangat ramah, baik dan banyak hal yang kami perbincangkan. Aku sungguh senang mengenalnya. Oya, kosan beliau di deket sunda kelapa, jadi beliau sering mengikuti kajian di sini. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk menjadikan mba amila sebagai kakakku yang menemaniku ikut acara-acara di sini.
Acara Bedah buku “Negeri 5 Menara” pun di mulai…..
Kami (aku dan mba amila) yang saat itu belum membaca dan memiliki buku itu, ber-azzam untuk bertanya pada sesi pertanyaan agar mendapatkan buku gratis. Ada 2 buah buku yang disiapkan panitia untuk dibagikan kepada penanya terbaik. Di sesi pertama aku tak mendapatkan kesempatan bertanya, di sesi kedua aku sudah bersemangat mengangkat tangan tinggi-tinggi tapi si moderator tidak juga menujukku.. huhu Akhirnya kami memutuskan membeli saja dan minta tandatangan sang penulis (tetep deh aku ababil!)
===============================================================
Dalam Bedah buku “Negeri 5 Menara”,
ada bebarapa hal yang disampaikan Uda Ahmad Fuadi, diantaranya:
“Jangan meremehkan impian setinggi apapun, karena ALLAH Maha Mendengar.”
“The Influence of a Good Teacher, can never be erased!”
“Niat yang jelas dan tulus: Energi Abadi”
“Fauqa mustawal akhar – going the extra miles"
“Pilih lingkungan dan teman terbaik”
“MAN JADDA WAJADA!”
Sukseslah dari yang kecil dan terakumulatif…
Potensi sukses bisa direncanakan dengan langkah-langkah, sebagai berikut:
+ Impian tinggi: Harus berani, jangan rugi 2x
+ Usaha keras: di atas rata-rata
+ Do’a: do’a orang tua
+ Ikhlas!
= Pribadi sukses
Uda Ahmad Fuadi juga memberikan tips proses dalam menulis:
+ Niat ikhlas
+ Subjek familiar
+ Konsisten
+ Referensi dan Visual
= Tulisan yang Baik
===============================================================
Sesungguhnya banyak yang Uda sampaikan, ditambah dengan pertanyaan para audiens yang sungguh dahsyat. Tapi kurang lebih ini yang disampaikan, mungkin alangkah lebih seru jika kalian ikut bersamaku mengikuti acara ini :D
Setelah mengikuti acara tersebut, waktunya shalat dzhuhur. Dan saat itu aku bertemu dengan banyak teman, yaitu beberapa seniorku di FKG, kawanku saat SMA dan si junior yang kutunggu sejak pagi untuk rapat bersama. *FYI, juniorku ternyata nyasar ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Itulah yang menyebabkan ia telat menghadiri rapat.
Aku mondar mandir bersama junior ku mencari sang ketua untuk berpamitan dan memastikan bahwa rapatnya ditunda. Dan ternyata eh ternyata senior FKG ku kenal dengan sang ketua. Waah,, ternyata senior ku pengurus Riska juga.. *makin pengen deh bergabung
Kurang lebih, seperti itu perjalanan sehari ku yang sungguh berkesan, bertemu dengan orang-orang hebat, bertemu dengan para PEJUANG!
Hidup itu perjuangan,
Hidup itu pilihan,
Berusahalah dengan optimalkan segala potensi yang kita miliki,
Lalu berdo’a kepadaNYA,
Dan ikhlaskan segalanya…
Maka, hidupmu akan bahagia dan sukses dunia-akhirat! ^^
“MAN JADDA WAJADA! – siapa saja yang bersungguh-sungguh, ia akan sukses”
“LA NAJAHA ILLA BIL MUJAHADAH – tak ada suatu kesuksesan tanpa kerja keras”
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar–Ra’d (13) : 11]
wallahu a'lam bish shawab :)
#*Sudah kah kamu BERJUANG?#

3 comments:
waahhh.. ceritanya mirip kaya cerita live nya.. hehehe. ketauan banget ya maunya denger cerita.. hehe..
ehh aku lupa menarik kesimpulan.. berarti udah punya novelnya dong??? asiikk!!! bisa pinjem.. ahahaha..
*padahal kan buku mu di aku masih banyak banget. :) duh luvyuuu..
hahaha,, iya ii,, seandainya aja aku bisa ikutan,, hehe,, lebih tepatnya, seandainya kamu ngajak aku.. huhuhuhu..
Gpp deh, alhamdulillah, buku aku udah selesai dibacanya,,,
oiya, "manjadda wajada", dulu waktu aku di IC, guru kimiaku selalu menuliskan itu di setiap kertas bahan pelajaran yang beliau bagikan ke anak muridnya, bahkan di kertas ujian pun ada...
Sampai-sampai, angkatanku pernah membuat sebauh drama dengan judul man jadda wajada...
Alhamdulillah, indahnya sekolah di IC, hehehe
@risty: afwan, afwan..
ga bermaksud ga mau ngajak..
aku saat itu fokus sekali "bermain" dengan kawan2 SMA ku jadi bnran ga kepikiran buat ngajak sahabat2 kampus,, soalnya emang mau rapat juga.. begitu..
dena juga ga sempet aku ajak, malah ga tau aku hari minggu ngapain.. hehe
@dena: bukunya lagi dibaca kakakku, den.. *bis doi nanya2 mulu aku dah pinjem/beli bukunya apa blm,, akhirnya ku beli juga deh..
Post a Comment