Impianku sirna

Impianku yang sirna..

Foto itu membuatku teringat akan keinginanku..
Tulisan itu membuatku semakin ingin meraih impianku..
Seruan itu membuatku sadar pentingnya harapanku itu..

banyak hal-hal lain yang membuatku semakin menginginkan cita-cita itu..

mungkin terlambat bagiku,,
karena cita-cita itu baru kusematkan beberapa hari yang lalu..

tak ada harapan,,
ya memang tak ada harapan..

karena aku baru menyenangi dunia ini sekarang..

biarku tutup lembaran cita-cita itu,,
masih banyak cita-cita serupa tapi tak sama,,
yang lebih 'possible' untuk kuraih..

ayoo,, SEMANGAT indri! :)
Think Fresh, Do the Best! ^^

#SUDAH KAH KAU RAIH IMPIANMU?#

Sang Pemimpi

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Ini bukan resensi buku ataupun review film Sang Pemimpi karya Andrea Hirata.

Ini adalah tentang diriku,,
Diriku yang sang Pemimpi..

Entah berapa banyak mimpi yang kutorehkan dalam pikiranku hingga hari ini,,
Dari mimpi yang sekedar untuk hari esok, atau mimpi dalam dimensi waktu yang berbeda..

Aku memang gemar sekali bermimpi..
Membayangkan betapa senangnya jika mimpi itu dapat kuraih..

Bagiku, Hidup tanpa impian adalah Hampa..
Tak ada tujuan, tak ada arah akan membuatku sulit untuk menjalani hidup..

Aku tidak sepakat dengan ungkapan,
“Hidup bagaikan air..”

Hidup bukan seperti itu,
Jika hidup bagaikan air, berarti kita hanya mengikuti aliran air, padahal tak tahu akan bermuara ke mana dan melewati apa saja..
Tak ada usaha untuk menentukan sendiri ke mana arah air itu..

Sang Pemimpi,,
Ya seperti itulah diriku..

Seringkali aku menemukan inspirasi mimpi-mimpi di jalanan..
Memandangi kehidupan,,
Belajar dari pengamatan..
Lalu tercetuslah sebuah Impian..

Impian sang Indri..^^

Tapi,, untuk menjadi sang Pemimpi saja tidaklah cukup..
Jika hanya terus bermimpi,, maka Mimpi tetaplah Mimpi..

Sang Pemimpi harus jadi Sang Pemenang!
Memenangkan mimpi-mimpi itu untuk menjadi kenyataan..

Tidaklah mudah menjadi Sang Pemenang..
Karena meraih mimpi bukanlah perkara gampang..

Kata orang, Meraih mimpi seperti meraih bintang..
Perlu kerja keras, perjuangan dan pengorbanan..
Tak akan dapat diraih jika hanya berdiam diri..
Tak cukup pula hanya dengan seuntai do’a..
Tapi diperlukan sebuah kata USAHA.. Lalu kau sempurnakan dengan do’a..

Kesulitan yang akan kita temukan, jangan dijadikan suatu permasalahan..
Karena meraih sesuatu yang besar memang penuh rintangan.

Sulit bukan berarti tidak bisa, bukan?
Dutch Poet’s Society
, mengatakan,

“Nothing difficult to those who have will…”
Tidak ada sesuatu pun yang sulit selama masih ada kemauan.

The Way to Win!
Susunan rencana bagaimana memenangkan mimpi-mimpi itu,,
Optimalkan segala potensi yang ada pada diri kita,,
Syukuri nikmat yang DIA berikan,,
Berani mengubah cara berpikir kita, bahwa keterbatasan adalah kekuatan kita,,
Ubah tantangan menjadi peluang,,

Buktikan, aku yakin, aku bisa, bila aku mampu, Luar biasa!
Karena banyak jalan menuju menang..

Find Your Life,
dan katakan “Inilah Jalanku!”

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada Nya. Dan berjihadlah pada jalan Nya, supaya kamu mendapatkan keberuntungan.” [Q.S. Al Maidah: 35]

Seseorang bertanya kepada Bilal bin Rabah muadzin Nabi,
“Wahai Bilal, siapakah yang menjadi pemenang? “
Bilal menjawab, “Sang Pemenang adalah para muqarrabun, orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah.”

Ittaqullah masta-tha’tum…
Bertaqwalah semaksimal kemampuan Anda.
Bertaqwalah dan lakukan yang terbaik.

Lalu bagaimana,
Jika GAGAL?

Dalam, perjalanan menuju kemenangan sebuah mimpi,,
Pastilah menemukan masalah-masalah,,
dan mungkin mengakibatkan kegagalan..

Tapi kawan,
janganlah menyerah pada keadaan,,
janganlah mengalah terhadap masalah..
Hadapi masalah dengan berpikir dan berjiwa besar..

Berbahagialah.
Karena masalah akan mengajari kita untuk terus belajar kerumitan hidup dan memecahkannya. Menambah ilmu untuk mendewasakan. Menambah skill agar terampil.
“Keterampilan sekecil apapun itu sangat penting dalam hidup.”

ketika GAGAL,,
Intropeksi diri,,
Berbenah diri,,
Lalu BANGKIT!

Maka, tak ada lagi yang dapat menghalangi kita untuk BERMIMPI,,
Tak ada alasan lagi untuk tidak menjadi PEMENANG..
Karena sesungguhnya, (Insya Allah) KITA BISA!

Bermimpilah selama bermimpi belum dilarang,, *hehehe

Ikhtiar, Do’a dan Tawakal
Ikhlas, Sabar dan Bersyukur..

Itulah kuncinya..

Wallahu a’lam bish shawab

--Carilah kematian, niscaya ‘kan kau temukan kehidupan—
Terinspirasi dari buku “The Way to Win” - Solikhin Abu Izzudin

#APAKAH ANDA SANG PEMIMPI?#

Hanya sebuah Jarak

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

JARAK,,
bukanlah nama tanaman (pohon jarak),,
Bukan pula sebuah minuman (arak),, hehe ^^

Ini sebuah kata,,

JARAK,,

Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu. Dalam fisika atau dalam pengertian sehari-hari, jarak dapat berupa estimasi jarak fisik dari dua buah posisi berdasarkan kriteria tertentu (misalnya jarak tempuh antara Jakarta-Bandung). Dalam bidang matematika, jarak haruslah memenuhi kriteria tertentu. Berbeda dengan koordinat posisi, jarak tidak mungkin bernilai negatif. Jarak merupakan besaran skalar, sedangkan perpindahan merupakan besaran vektor. Jarak yang ditempuh oleh kendaraan (biasanya ditunjukkan dalam odometer), orang, atau obyek, haruslah dibedakan dengan jarak antara titik satu dengan lainnya.

Seperti itulah definisi JARAK yang kutemukan di id.wikipedia.org,,

Seringkali orang-orang menganggap JARAK menjadi sebuah permasalahan..

Jika aku boleh mengutip,, JARAK tidak mungkin bernilai negatif”..
Ada makna yang berbeda yang dapat kusimpulkan,,
Bahwasanya..
JARAK itu bukanlah suatu hal negatif,,
JARAK itu bukanlah suatu hambatan,,
JARAK itu bukan lah suatu permasalahan..

Jika aku boleh mengutip kembali,, JARAK adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui suatu lintasan tertentu.”

Semakin jauh JARAK yang kau tempuh,,
maka semakin besar pengorbanan yang kau lakukan..

Itu hukum alam,, memang seperti itu adanya..

Bagiku JARAK bukan lah hambatan,,
JARAK adalah pelecut, cambuk, *atau apa lah istilahnya, yang menuntut ku agar lebih siap, lebih sigap, lebih kuat, lebih berjuang dan lebih ikhlas.

Seringkali orang-orang mengkhawatirkan atas jarak yang kutempuh,,
Seringkali orang-orang mempermasalahkan seberapa jauh jarak ku,,

Tapi kawan,, percayalah..
JARAK ini bukan hambatan bagiku..

Bukan lagi letih, lelah atau sakit yang kurasakan,, seperti pertanyaan yang selalu kau utarakan padaku..

Yang kurasakan saat ini,
Betapa aku bersyukur atas segala yang Allah berikan padaku,,
Termasuk jarak ini..

JARAK,,
Yang mengajarkanku arti sebuah perjuangan..
Yang mengajarkanku makna sebuah pengorbanan..
Yang mengajarkanku seperti apa “hidup” itu..
Yang mengajarkanku bagaimana mengabdi padaNYA..
Yang mengajarkanku bagaimana mensyukuri nikmatNYA..
Yang mengajarkanku sebuah kata ikhlas dan sabar..

Kawan,,
JARAK ini,,

Tak seberapa dengan apa yang aku dapatkan hingga hari ini..
Tak seberapa dengan apa yang dapat kupelajari hingga hari ini..
Tak seberapa dengan nikmat yang senantiasa ku rasakan hingga hari ini..

Sungguh tak seberapa kawan,,

Aku menikmati segala perjalananku..
Dengan penuh rasa syukur padaNYA..

Wallahu a’lam bish shawab
===============================================================
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An-Nisaa' (4): 100]


#SUDAH KAH KAMU BERSYUKUR?#


Nb:
Terimakasih buat siapapun yang pernah menemaniku menempuh perjalanan ini
Alhamdulillah, atas perjalanan bekasi-salemba-depok nya..

Bedah Buku "Negeri 5 Menara" @ Sunda Kelapa

Bismillaahirrahmaanirrahiim,,

#Ahad, 31 Januari 2010#

Hari ini adalah hari minggu. Ya, kalau kata orang-orang, ini merupakan hari kumpul bersama keluarga. Kalau kata ayahku, ini hari bermain tennis; kalau kata mamaku, ini hari memasak nasi goreng; kalo kata kakak2ku, ini hari menonton kartun, hehe ^^..
lalu kalo kataku..?? hari untuk beristirahat setelah beraktivitas 6hari dalam seminggu, pastinya. Tapi berhubung hari sabtu kemarin aku di rumah saja, berkumpul dengan keluarga dan memanjakan diri, aku merasa bersalah ketika hari minggu ini aku hanya berdiam diri di rumah. Dan ternyata aku memang sudah mengagendakan sesuatu di hari minggu ini, salah satunya adalah ikut acara bedah buku “Negeri 5 Menara” di Masjid Sunda Kelapa.

Aku janjian dengan teman-teman satu SMA ku pukul 08.00. Pagi-pagi sekali aku sudah bangun dan bersiap2 untuk bergegas. Lagi-lagi, ayahku selalu ingin mengantarku, akupun menunggu beliau bersiap-siap (berhubung hari ini hujan, jadi ayahku tidak bermain tennis). Aku telat sampai di masjid sunda kelapa, bergegaslah aku menelpon sang ketua, yang mengajakku rapat pagi ini sebelum mengikuti bedah buku. Ternyata, dia belum sampai. Aku pun pergi berkeliling melihat masjid ini. Ya, ini pertama kalinya aku ke masjid ini (hehe, norak ya!). Ternyata, saat itu sedang ada kajian pagi oleh seorang ustad. Subhanallah, ramai sekali pagi ini.. ^^

Setelah menunggu cukup lama, ketua pun datang dan mengajakku menunggu di sekre Riska (Remaja Islam Sunda Kelapa). Waah,, suatu kehormatan bisa duduk-duduk di ruangan itu. Dan saat itu pula aku baru menyadari bahwa temanku itu sudah jadi “pejabat” di riska, gimana engga setiap orang yang masuk ke ruangan itu menyapanya dengan hangat. Sambil menunggu, aku melihat-lihat ruangan itu dengan semangat (tetap dengan kondisi duduk manis tentunya). Terbesit dalam hatiku, untuk bisa duduk di ruangan itu sebagai pengurus. Ya, aku memang sempat mendaftar via online, tapi ketika aku dihubungi agar datang ke sini untuk mendaftar ulang, tapi tiba-tiba aku ragu, nampaknya managemen waktuku belum bagus, takut mendzalimi riska atau organisasi yang lain. Huhu

Jam dinding di ruangan itu sudah menunjukkan pukul 09.45. Sudah cukup lama aku menunggu di sini, hingga aku sempat berbincang dengan teman si ketua dan ia memberikan ku sejumlah flyer seminar “pre-wedding”. *gubraak, makin diejek2 sama temen se-kampus kalo masuk2 kuliah bawa flyer beginian +__+. Hmm, nampaknya, sudah tidak ada kesempatan untuk mengadakan rapat. Karena kedua rekanku yang lainnya tidak kunjung datang, acara bedah bukunya pun akan segera dimulai.

Si ketua mengajakku ke tempat bedah buku tersebut, sambil menunjukkan dimana tempat akhwat bisa duduk menyimak bedah buku itu. Berhubung aku sendirian ke sunda kelapanya, berhubung aku paling ga bisa ikut acara begituan dengan ga ada teman diskusinya, dan berhubung aku si Sangunis yang SKSD *hehe*, aku melihat sekeliling para akhwat yang sedang duduk menunggu acara bedah buku itu, ya memang kebanyakan ibu-ibu dengan anaknya, aku sedang mencari satu target untuk kujadikan teman ku di acara hari ini. Ya, aku melihat seorang akhwat berjilbab pink sedang asik membaca buku.
kayanya akhwat ini akan nyambung ngobrol denganku”, pikirku. Akupun menghampirinya, menyodorkan tangan dan cipika cipiki sambil berkata, “Assalamu’alaykum, aku indri”. Mulai dari situlah perkenalanku dimulai.

Perempuan cantik itu bernama Amila, seorang lulusan FKM UNDIP angkatan 2004 yang saat ini bekerja di BAPPENAS (depan sunda kelapa). Ia asli Pekanbaru dan anak bungsu sepertiku. Hmm,, aku tak salah memilih orang. Ia sangat ramah, baik dan banyak hal yang kami perbincangkan. Aku sungguh senang mengenalnya. Oya, kosan beliau di deket sunda kelapa, jadi beliau sering mengikuti kajian di sini. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk menjadikan mba amila sebagai kakakku yang menemaniku ikut acara-acara di sini.

Acara Bedah buku “Negeri 5 Menara” pun di mulai…..

Kami (aku dan mba amila) yang saat itu belum membaca dan memiliki buku itu, ber-azzam untuk bertanya pada sesi pertanyaan agar mendapatkan buku gratis. Ada 2 buah buku yang disiapkan panitia untuk dibagikan kepada penanya terbaik. Di sesi pertama aku tak mendapatkan kesempatan bertanya, di sesi kedua aku sudah bersemangat mengangkat tangan tinggi-tinggi tapi si moderator tidak juga menujukku.. huhu Akhirnya kami memutuskan membeli saja dan minta tandatangan sang penulis (tetep deh aku ababil!)

===============================================================

Dalam Bedah buku “Negeri 5 Menara”,
ada bebarapa hal yang disampaikan Uda Ahmad Fuadi, diantaranya:

“Jangan meremehkan impian setinggi apapun, karena ALLAH Maha Mendengar.”

“The Influence of a Good Teacher, can never be erased!”

“Niat yang jelas dan tulus: Energi Abadi”



“Fauqa mustawal akhar – going the extra miles"

“Pilih lingkungan dan teman terbaik”

“MAN JADDA WAJADA!”

Sukseslah dari yang kecil dan terakumulatif…

Potensi sukses bisa direncanakan dengan langkah-langkah, sebagai berikut:
+ Impian tinggi: Harus berani, jangan rugi 2x
+ Usaha keras: di atas rata-rata
+ Do’a: do’a orang tua
+ Ikhlas!

= Pribadi sukses

Uda Ahmad Fuadi juga memberikan tips proses dalam menulis:
+ Niat ikhlas
+ Subjek familiar
+ Konsisten
+ Referensi dan Visual
= Tulisan yang Baik

===============================================================

Sesungguhnya banyak yang Uda sampaikan, ditambah dengan pertanyaan para audiens yang sungguh dahsyat. Tapi kurang lebih ini yang disampaikan, mungkin alangkah lebih seru jika kalian ikut bersamaku mengikuti acara ini :D

Setelah mengikuti acara tersebut, waktunya shalat dzhuhur. Dan saat itu aku bertemu dengan banyak teman, yaitu beberapa seniorku di FKG, kawanku saat SMA dan si junior yang kutunggu sejak pagi untuk rapat bersama. *FYI, juniorku ternyata nyasar ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Itulah yang menyebabkan ia telat menghadiri rapat.

Aku mondar mandir bersama junior ku mencari sang ketua untuk berpamitan dan memastikan bahwa rapatnya ditunda. Dan ternyata eh ternyata senior FKG ku kenal dengan sang ketua. Waah,, ternyata senior ku pengurus Riska juga.. *makin pengen deh bergabung

Kurang lebih, seperti itu perjalanan sehari ku yang sungguh berkesan, bertemu dengan orang-orang hebat, bertemu dengan para PEJUANG!

Hidup itu perjuangan,
Hidup itu pilihan,
Berusahalah dengan optimalkan segala potensi yang kita miliki,
Lalu berdo’a kepadaNYA,
Dan ikhlaskan segalanya…
Maka, hidupmu akan bahagia dan sukses dunia-akhirat! ^^

“MAN JADDA WAJADA! – siapa saja yang bersungguh-sungguh, ia akan sukses”
“LA NAJAHA ILLA BIL MUJAHADAH – tak ada suatu kesuksesan tanpa kerja keras”

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar–Ra’d (13) : 11]

wallahu a'lam bish shawab :)

#*Sudah kah kamu BERJUANG?#